Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – Dalam arisan di perumahan, ada seorang ibu muda curhat, “Aduh, kenapa ya anakku susah sekali bangun pagi. Dibangunkan pakai alarm, pakai diguncang-guncang tubuhnya, tidak juga bangun. Sampai yang lain sudah sarapan mau berangkat sekolah, ia masih mulet-mulet.”
Ibu yang lain menyahut, “Bu, bangun pagi itu penting. Kalau susah bangun pagi, malamnya ajak anak untuk tidur maksimal jam sembilan. Mendekati jam sembilan, pisahkan anak dari layar biru. Jangan nonton televisi, jangan ngutak-atik hape. Aku sudah buktikan itu lewat anakku yang rajin bangun Subuh.”
Curhat, obrolan, pembicaraan, debat, diskusi, tentang anak bangun pagi bisa kita dengar di mana-mana. Bukan hanya di arisan ibu-ibu perumahan, itu juga bisa kita saksikan di pasar, pertemuan keluarga, dalam angkot, di mimbar ilmiah, dan lain-lain.
Para pembaca yang budiman, saya sementara tidak ingin menambah-nambah obrolan atau perdebatan tentang bagaimana anak bisa bangun pagi. Saya cuma ingin memotivasi para orang tua atau pengasuh tentang manfaat bangun pagi.
Ada quote dari negarawan dan ilmuwan Benjamin Franklin. Salah satu Bapak Pendiri Amerika Serikat itu mengatakan, “Early to bed and early to rise, makes a man healthy, wealthy and wise.” Kira-kira artinya, tidur lebih awal dan bangun lebih awal itu bisa membuat orang sehat, kaya, dan bijaksana. Jelas, kebiasaan ini membentuk karakter yang baik.
Kalau sudah terlanjur punya karakter buruk berupa tidur malam lalu bangunnya mbangkong, maka jadwal anak bisa diatur ulang jadi tidurnya lebih awal dan bangun lebih awal. Menurut penelitian internasional di Inggris dan Australia, pergeseran waktu secara rutin ini juga bisa membentuk karakter healthy, wealthy and wise.
Orang yang biasa bangun pagi dan tidur lebih awal seringkali bisa memenuhi persyaratan waktu tidur 7-9 jam. Tubuhnya lebih selaras dengan ritme sirkadian bumi yang menawarkan tidur menyegarkan. Ketika bisa siklus tidur dan bangun secara konsisten, anak bisa meningkatkan keefektifan tidur alami untuk meningkatkan fungsi otak.
Bagi anak yang muslim, bagun pagi itu berkarakter ibadah. Ia mengawali hari dengan menghubungkan diri pada Tuhan lewat rangkaian aktivitas wudu, salat, doa-doa, dan lain-lain. Jika awal hari sudah diisi dengan energi ketuhanan, sisa hari bisa berjalan dengan nilai-nilai spiritual.
Bangun lebih pagi juga baik untuk kesehatan. Sebelum matahari terbit, udara relatif lebih bersih dari polusi daripada jika hari sudah merabat siang dengan berbagai aktivitas kendaraan. Saat anak bisa menyempatkan diri jalan-jalan pagi, tubuhnya bisa mendapat oksigen segar lebih banyak sehingga kesehatannya jadi lebih baik.


