Breaking News
- HeadlineMahasiswa Unair Bikin Smart Glasses Berbasis AI untuk Tunanetra
- LiterasiMenggenggam Mimpi, Menyalakan Lentera Literasi
- HeadlineTurnamen Sepak Bola Rektor Uncen Cup VI Dibuka
- NewsMahasiswa UMJ dan Sobat Air Jakarta Sosialisasikan Fungsi RTB
- HeadlineUnhas Bikin Peta Digital Pala Tomandin Premium di Fakfak
- News40 Mahasiswa Ummi Terima Beasiswa Bercahaya 2026
- NewsBersama Volunteer Asing, Poltekbang Surabaya Asah Kemampuan Bahasa Inggris
- HeadlineMahasiswa Unand dan PNP Peringati 3 Tahun Thufan Al-Aqsa
- HeadlineMahasiswa Polije Kembangkan Robot Kapal Pembersih Sampah
- Guru MenulisOtak Mungkin Mengorbankan Ingatan demi Sesuatu yang Lebih Berharga
Setidaknya Ada 4 Jenis Demensia Langka Yang Anda Perlu Kenali
Oleh: Esti Diah Purwitasari mepnews.id – “Kakek mulai pikun. Sudah sering lupa nama kami cucu-cucunya. Lupa naruh kacamata. Kalau keluar rumah, kadang tersesat karena lupa jalan pulang,” kata salah satu cucu. “Nggak cuma gitu. Kakek sudah buyuten. Nggak cuma sering lupa, tapi bicaranya ngelantur. Kadang bingung waktu, ngakunya mau sholat Dhuhur saat sudah menjelang Isya.
Read MoreJangan Khawatir, 45% Kasus Demensia Sebenarnya Bisa Dicegah
Oleh: Esti D. Purwitasari mepnews.id – “Est, mau curhat nih. Belakangan ini aku sering banget lupa sama hal-hal kecil. Lupa naruh kunci, lupa balas pesan, bahkan lupa nama teman lama. Aku khawatir nanti tua bisa pikun,” begitu kata seorang teman. Saya balas, “Serius? Mungkin kamu lagi banyak pikiran atau stres, Rin. Mungkin otak terlalu capek.”
Read MoreCara Menghadapi Kondisi Demensia
Oleh: Esti D. Purwitasari mepnews.id – Dengan suara sedih, Sinta memulai curhat, “Ini tentang suamiku. Dia mulai sering lupa hal-hal kecil. Ia lupa kunci atau dompetnya. Awalnya aku pikir itu biasa. Tapi, belakangan ini dia bahkan lupa nama beberapa orang terdekat.” Saya menanggapi dengan bersimpati. “Mungkin itu pertanda demensia. Perlu cek dokter untuk memastikannya. Apakah
Read MoreOlahraga Juga Bisa Menyehatkan Otak
Oleh: Esti D. Purwitasari mepnews.id – Men sana in corpore sano. Istilah ini dipetik dari Satire X karya Juvenal penyair Romawi Kuno sekitar abad ke-2 Masehi. Maknanya kira-kira; pikiran yang sehat itu ada di dalam tubuh yang sehat. Kalau dianggap ‘otak’ sebagai sentra ‘pikiran’ maka ungkapan 19 abad lalu itu semakin terbukti lewat sejumlah penelitian
Read More

