Cinta Kasih Orang Tua Membuat Otak Anak Berkembang Lebih Baik

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Kalau saya tanya, “Apakah Anda orang tua yang penuh kasih sayang mengasuh anak saat kecil?” tentu hampir semua menjawab, “Ya.”

Tapi, kalau saya tanya, “Mengapa begitu?” saya yakin jawabannya bakal bermacam-macam berdasarkan cara berfikir masing-masing. Ada yang menjawab, karena memang sudah jadi kewajiban orang tua. Ada yang menjawab, supaya anak juga penuh kasih sayang saat kewasa. Ada yang menjawab lainnya.

Nah, pembaca yang budiman, saya punya jawaban berdasarkan sains untuk pertanyaan di atas. Semakin besar Anda menunjukkan rasa cinta kasih pada anak-anak saat kecil, semakin besar otak mereka tumbuh. Dari sini, anak bisa berpikir tentang cinta dan bagaimana mempraktikkannya saat menjalani kehidupan bahagia dan seimbang di masa datang.

Para peneliti dari Washington University School of Medicine, di St. Louis, Amerika Serikat, menemukan bukti bahwa dukungan kasih sayang ibu berefek positif pada volume hipokampus lebih besar dalam otak anak sehingga tidak gampang mengalami depresi. Studi longitudinal terhadap anak-anak prasekolah yang depresi dan yang sehat dan kemudian menjalani neuroimaging pada usia sekolah itu, memberikan bukti prospektif pada manusia tentang efek positif pengasuhan suportif dini terhadap perkembangan hipokampus yang sehat. Hipokampus ini wilayah otak yang mengatur memori dan modulasi stres.

Nah, semakin Anda menunjukkan cinta kasih kepada anak dengan kata-kata, pelukan, ciuman, senyuman, penghargaan positif yang ikhlas, dengan melibatkan mereka, dengan berdekatan pada mereka, dengan permainan berbasis keluarga, dan lebih banyak lagi jenis komunikasi yang mengasuh, maka semakin besar pula otak mereka tumbuh.

Di luar kebutuhan dasar anak berupa pangan, sandang, dan tempat tinggal, tentu ada kebutuhan psikis berupa cinta kasih dan pengasuhan yang baik. Kebutuhan psikis ini tidak hanya membangun jalan menuju kebahagiaan masa depan anak, tetapi juga kelangsungan hidup mereka.

Sebagai spesies berakal-budi, ukuran otak manusia –dibandingkan dengan spesies lain– lebih terkait dengan kemampuan untuk berkembang dengan sukses. Kemampuan otak untuk tumbuh sebagai respons terhadap cinta kasih ini dapat dilihat sebagai bekal hidup secara beradab.

Nah, pertanyaan berikutnya, bagaimana cara berkomunikasi cinta kasih dengan anak agar berkontribusi pada kesuksesan mereka secara keseluruhan?

Para ahli sudah membuktikan, berbicara dengan anak tentang apa dan bagaimana pendapat mereka ternyata bisa meningkatkan kemampuan verbal, pemahaman emosional, dan keterkaitan sosial mereka. Maka, saat mengobrol dengan anak, pahami apa yang terjadi di dalam dirinya dengan cara;

  • berbagi pengamatan, tanpa harus keburu menghakimi, tentang hal-hal penting dalam kejadian yang dialami anak
  • sering bercakap-cakap dengan santai hingga antara hati-he-hati tentang perasaan anak;
  • beri kesempatan anak mengajukan pertanyaan tentang topik yang sulit dipahami
  • tapi, beri juga ruang pada anak untuk memikirkan sendiri hal-hal yang mereka hadapi.

Komunikasi cinta kasih seperti ini bisa mengarahkan anak untuk menginternalisasi rasa penerimaan, rasa kepercayaan diri, dan kemampuan untuk berhasil memecahkan masalah. Jika cinta bisa mengubah otak anak untuk masa depan, cinta juga yang kemudian dapat mengubah dunia.

 

Facebook Comments

Comments are closed.