mepnews.id – Umumnya, waktu Lebaran digunakan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga plus menikmati hidangan makanan beraneka ragam. Tapi ingat, ada beberapa hal yang patut diwaspadai terkait makanan Lebaran yang bisa menyebabkan kadar kolesterol naik.

Ira Purnamasari
Ira Purnamasari SKep Ns MKep, dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya, menjelaskan kolesterol merupakan lemak berwarna kekuningan yang dalam batas tertentu dibutuhkan manusia. Tapi, jika terlalu banyak, kolesterol bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah arteri. Jika dibiarkan, tumpukan akan menebal dan mengeras sehingga dapat menyumpat aliran darah ke jantung dan otak mengakibatkan orang menderita jantung koroner dan stroke.
“Maka, penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana mencegah kolesterol jahat saat Lebaran,”ujar Ira, dalam situs resmi um-surabaya.ac.id.
Pertama, dengan membatasi makanan yang mengandung tinggi lemak. Pilih makanan rendah lemak. Rendang, misalnya, buatlah dari potongan daging tanpa lemak. Juga, hindari hati dan jeroan. Batasi daging olahan seperti sosis dan sejenisnya, karena terbuat dari olahan daging berlemak. Hindari bakso dengan kuah tinggi lemak.
Kedua, batasi konsumsi kue kering. Salah satu bahan kue kering adalah mentega dari lemak hewani yang mengandung lemak jenuh tinggi. Selain mentega, keju juga sering ditambahkan dalam pembuatan kue kering. Keju merupakan olahan susu yang memiliki kandungan lemak jenuh paling tinggi jika dibandingkan produk olahan susu lainnya. “Seperti dipaparkan P2PTM Kemenkes RI, dalam 100 gr keju mengandung lemak total 20,3 gr dan kolesterol 100 mg. Serta dalam 100 gr mentega mengandung lemak total 81,6 gr dan kolesterol 250 mg,” imbuhnya.
Ketiga, batasi konsumsi makanan gorengan. Makan gorengan memberi banyak risiko kesehatan untuk tubuh. Itu karena makanan yang digoreng mengandung lemak jahat yang bisa merugikan kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.
Keempat, konsumsi buah dan sayuran tinggi serat saat menyantap masakan lebaran. Sayuran seperti wortel, buncis, dan brokoli mengandung serat. Wortel mengandung serat, seperti selulosa, hemiselulosa, dan lignin yang bisa mengurangi penyerapan kolesterol dalam saluran pencernaan. “Buah apel dan pir dapat mengurangi penyerapan kolesterol ke dalam aliran darah,” katanya.
Terakhir, tetap aktif bergerak dan rutin olahraga. Dengan terus beraktivitas dan berolahraga, tubuh mengalami penurunan kolesterol jahat (LDL) dan peningkatan kolesterol baik (HDL). Dengan berolahraga, seseorang dapat terhindar dari obesitas.


