Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – Dalam suatu sesi pelatihan, ada guru yang curhat pada saya; “Bu, saya guru baru dan belum banyak pengalaman. Saya mengajar matematika di kelas yang boleh dikata favorit. Tapi, kenapa ya murid-murid tidak cepat memahami apa yang saya ajarkan?”
Setelah berdiskusi beberapa saat, sampailah saya pada saat observasi. “Bu, coba peragakan bagaimana tampil di depan kelas.”
Guru muda itu pun berpura-pura mengajari saya matematika. Duh, tampilannya seperti robot bicara dengan tubuh stabil, wajah datar, dan tangan hanya pegang spidol. Nah, saya pun segera mengetahui permasalahan utamanya.
Pembaca yang budiman, menurut Neuro-Linguistic Programming (NLP), kita tidak bisa mengubah perilaku orang lain tapi kita bisa mengubah perilaku diri kita sendiri terhadap orang lain itu sehingga respons dia pada kita bisa berubah seperti yang kita mau.
Maka, saya sarankan pada guru muda itu untuk mengubah caranya tampil di depan kelas saat mengajar. Bukan mengubah materi pelajarannya, tapi mengubah cara dia menyampaikan materi pelajaran.
Ada riset di Amerika Serikat yang menunjukkan, siswa tampil lebih baik ketika gurunya menggunakan gestur gerakan tangan. Gestur ini menjadi alat pengajaran sederhana yang dapat menghasilkan manfaat dalam matematika tingkat tinggi.
Studi itu memberikan bukti terkuat bahwa gestur memiliki efek unik pada pembelajaran. Menurut Kimberly Fenn profesor psikologi di Michigan State University yang menulis hasil studi itu, gestur bisa menjadi alat sangat bermanfaat yang gratis dan mudah digunakan di ruang kelas, dan memiliki efek jangka panjang.
Eksperimen dilakukan terhadap 184 siswa kelas dua, tiga, dan empat di sekolah dasar di Michigan. Separo siswa diperlihatkan video tentang guru yang mengajar soal matematika hanya menggunakan ucapan. Separo lainnya diperlihatkan video guru mengajarkan soal yang sama menggunakan ucapan dan gerak tubuh.
Soalnya berupa persamaan matematika 4+5+7=__+7 yang penting untuk pembelajaran Aljabar kelak. Para siswa dari kedua kelompok diminta mengerjakan soal setelah melihat video instruksional itu. Hasilnya, siswa yang belajar dari video dengan gerakan guru bisa mengerjakan soal dengan lebih baik daripada siswa yang belajar dari video guru yang hanya bicara.
Eksperimen serupa dilakukan beberapa kali dengan soal berbeda, hasilnya konsisten bahwa siswa yang melihat gestur benar-benar menunjukkan kinerja lebih bagus.
Sebelumnya, sejumlah penelitian manfaat gerak tubuh dalam lingkungan pembelajaran satu-satu alias satu pengajar dan satu yang belajar. Seperti les prifat.
Jadi, optimalkan berkah Tuhan pada tubuh kita untuk membantu proses pembelajaran. Gratis dan efektif.


