Jangan On Screen Terus, Ajak Anak Main di Luar

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Lucu juga, ya. Dulu, anak diuber-uber orang tuanya disuruh pulang karena kelamaan main di kebun, sungai, sawah atau nggandol lori tebu. Sekarang, orang tua bingung karena anaknya nggak pernah keluar rumah sibuk mainan hape atau di layar komputer. Lebih-lebih, efek pandemi COVID-19 memungkinkan anak punya lebih banyak akses ke jagad digital.

Sejumlah penelitian membuktikan bahayanya terlalu banyak waktu on screen (di depan layar) ponsel, tablet, televisi atau laptop. Jika anak usia 2 tahun sudah kebanyakan on screen, maka ketrampilan komunikasi jadi lebih buruk. Jika anak usia 4 tahun sudah kecanduan on screen, maka keterampilan hidup sehari-hari bakal sangat berkurang.

Pembaca yang budiman, apa yang kita bisa lakukan untuk mengimbangi efek negatif itu? Jangan terlalu khawatir. Penelitian baru dari Jepang menunjukkan, ketika anak bermain di luar ruangan maka beberapa efek negatif itu bisa berkurang. Jadi, optimalkan saja beraktifitas di luar ruang.

Para peneliti menguji 885 anak usia 18 bulan hingga 4 tahun. Yang diuji tiga fitur utama; jumlah waktu on screen rata-rata per hari pada usia 2 tahun, lama waktu bermain di luar ruangan pada usia 2 tahun 8 bulan, dan perkembangan saraf menurut alat penilaian standar Vineland Adaptive Behavior Scale-II pada usia 4 tahun. Perkembangan syaraf ini khususnya pada komunikasi, keterampilan hidup sehari-hari, dan sosialisasi.

Bermain di halaman

Hasilnya, memang keterampilan komunikasi dan kehidupan sehari-hari masih lebih buruk pada anak-anak rusia 4 tahun yang saat usia 2 tahun dulu terlalu banyak on screen. Tapi, waktu bermain di luar ruangan memiliki efek sangat berbeda pada dua hasil perkembangan sistem saraf ini.

Sampai-sampai, Profesor Kenji J. Tsuchiya dari Universitas Osaka penulis utama penelitian ini menyatakan, “Kami terkejut bahwa bermain di luar tidak benar-benar mengubah efek negatif terlalu lama on screen pada komunikasi, tetapi sangat berpengaruh pada keterampilan hidup sehari-hari.”

Hampir seperlima dari efek on screen pada keterampilan hidup sehari-hari bisa dimediasi oleh bermain di luar ruangan. Ini berarti menambah waktu bermain di luar ruang dapat mengurangi efek negatif waktu on screen pada keterampilan hidup sehari-hari hingga hampir 20%.

Sebagai tambahan, meski tidak terkait dengan waktu on screen, tampak sosialisasi yang lebih baik pada anak usia 4 tahun jika saat berusia 2 tahun 8 bulan sudah menghabiskan lebih banyak waktu bermain di luar ruang.

Jadi, kalau sudah terlanjur terlalu banyak berada di depan layar saat masih kecil, ada baiknya kita sesering mungkin mendorong anak bermain di luar ruang. Ini sangat penting untuk perkembangan syaraf. Jika waktu on screen relatif tinggi, ajak anak lebih banyak bermain di luar untuk membantu anak tetap sehat dan berkembang dengan baik.

 

Facebook Comments

Comments are closed.