Oleh: Nur Hamid Sutanto
mepnews.id – Ketika mendatangi suatu kota atau daerah, yang selalu hangat untuk dijadikan pembicaraan adalah makanan khasnya. Makanan khas bisa kembali mengingatkan kita pada kota atau wilayah itu. Bisa juga membangkitkan memori waktu kecil maupun perjalanan.
Kabupaten Jepara berada di Provinsi Jawa Tengah dan berlokasi di pesisir utara Pulau Jawa. Salah satu dari begitu banyak kuliner atau jajanan tradisonal khas dari Kota Ukir itu adalah horok-horok.
Horok-horok bukan nama yang asing bagi masyarakat Kabupaten Jepara. Kuliner ini sudah dikenal luas bahkan sejak masa Gestapu. Makanan populer ini menjadi salah satu kekayaan kuliner yang dimiliki kota kelahiran Pahlawan Nasional Raden Ajeng Kartini.
Makanan ini terbuat dari tepung pohon aren alias tepung sagu. Menu istimewa bagi masyarakat Jepara ini telah diwarisankan orang-orang tua sebagai pendamping untuk menikmati makanan lain, seperti makan bakso, pecel, sate ayam, sate kikil, soto, gulai, dan juga dapat divariasikan menjadi berbagai jenis minuman yang tak kalah menariknya.
Horok-horok biasanya disajikan dalam bungkus daun jati atau daun pisang, yang menjadikannya semakin nikmat dan sedap untuk dinikmati. Horok-horok memiliki rasa khas, dan akan semakin terasa istimewa ketika tidak hanya disantap sendirian tapi mendampingi makanan atau minuman lainnya. Sensasi rasa ini akan semakin istimewa dan mantap di lidah ketika disantap dengan sayuran pecel, kuah, bumbu kacang, atau variasi minuman.
Beragam cara masyarakat Kota Ukir dalam mengolah dan menyajikan horok-horok. Selain mendampingi makanan lain, penyajian horok-horok secara langsung tanpa campuran bumbu, sayur, atau menu lainnya juga biasa dilakukan. Sering juga dijadikan makanan pengganti makanan pokok seperti nasi atau lontong.
Bagi masyarakat Jepara, selain dari rasanya, horok-horok juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Kandungan karbohidratnya tinggi, kandungan proteinnya cukup tinggi, dan dapat mencegah orang yang mengkonsumsinya dari penyakit diabetes (kencing manis).
Proses pembuatan horok-horok tidak sebentar. Tepung aren didapatkan dari proses pengerukan sagu batang pohon aren, lalu dicuci dan dikeringkan. Setelah itu, dikukus kering berulang-ulang sampai terbentuk gumpalan-gumpalan kecil. Sampai akhirnya berbentuk gumpalan kristal yang lembut dan kenyal.
Ada beberapa desa yang bisa disebut sebagai sentra produksi horok-horok, yaitu Nganti dan Bugel. Untuk mendapatkan horok-horok, tidaklah sulit. Dapat ditemui di pasar-pasar tradisional, dan tersedia di warung-warung makan di Jepara yang disajikan dalam berbagai olahan. Juga bisa datang ke warung-warung bakso yang secara umum menyediakan horok-horok.
Harganya sangat terjangkau. Satu potong irisan horok-horok dapat dinikmati dengan membayar Rp 2.000 sampai Rp 3.000 saja.
Jika kebetulan atau berkesempatan berkunjung ke Jepara, tidak ada salahnya mencicipi makanan tradisional khas horok-horok.
- Tulisan ini dimuat di buku Memoar Jajan Pasar.


