UMY Bantu Petani NTT Pasca Becana

mepnews.id – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), melalui Tim Aksara Peduli yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), memperkenalkan teknologi pengering gabah tenaga surya dan metode pertanian vertikultur kepada kelompok tani di Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu 4 November 2026.

Dikabarkan situs resmi umy.ac.id, kedua teknologi itu diperkenalkan melalui sosialisasi persiapan penerapan teknologi tepat guna (TTG). Program ini bagian dari upaya UMY mendukung pemulihan pascabencana, sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian dan meningkatkan kemandirian ekonomi.

Dr Al Afik Ns MKep, ketua Tim Aksara Peduli UMY, mengatakan Pota memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama pada sektor pertanian dan perikanan. Namun, potensi tersebut masih memerlukan dukungan teknologi dan pendampingan agar dapat dikembangkan optimal.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan UMY dalam menentukan bentuk pengabdian yang sesuai kebutuhan masyarakat. Melalui pemanfaatan teknologi tepat guna, kelompok tani diharapkan memiliki lebih banyak pilihan untuk mengembangkan hasil pertanian dan meningkatkan nilai tambah produk.

Salah satu teknologi yang diperkenalkan Tim Aksara Peduli UMY adalah kabinet pengering surya portabel yang memanfaatkan prinsip efek rumah kaca. Afik menjelaskan, pemilihan teknologi ini mempertimbangkan kebutuhan kelompok tani serta potensi sumber daya alam setempat. “Itu yang kami namai di program TTG pertama kami,” jelasnya.

Melalui sosialisasi, kelompok tani memperoleh penjelasan mengenai fungsi, manfaat, dan rencana penerapan Rumah Surya Pengering Gabah. Peserta juga diajak membahas kebutuhan sarana pendukung dan kesiapan lokasi sebelum teknologi diterapkan. Tahap persiapan ini diperlukan agar penggunaan alat nantinya dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta kebutuhan.

Tim Aksara Peduli UMY juga memperkenalkan metode pertanian vertikultur sebagai alternatif pengembangan budidaya tanaman. Vertikultur merupakan metode bercocok tanam dengan menyusun media tanam secara vertikal atau bertingkat. Metode ini memungkinkan pemanfaatan ruang tanam secara lebih efisien, terutama pada lahan terbatas.

Dalam kegiatan, Tim Aksara Peduli UMY melibatkan kelompok tani dalam pembahasan rencana penerapan kedua teknologi. Diskusi mencakup kesiapan lokasi, kebutuhan sarana pendukung, serta pembagian peran dan tanggung jawab kelompok tani dalam pelaksanaan program.

Peserta juga diberikan kesempatan menyampaikan masukan, saran, dan tanggapan terhadap rencana pengembangan Rumah Surya Pengering Gabah dan vertikultur. Masyarakat dilibatkan sejak tahap perencanaan agar teknologi yang diperkenalkan benar-benar sesuai kebutuhan dan dapat dimanfaatkan berkelanjutan.

“Kami berharap mereka tidak hanya menadahkan tangan menerima uluran. Akan tetapi, bisa bergerak dengan sendirinya dengan prototipe atau dengan ilmu-ilmu yang sudah kita berikan,” kata Afik.

Tujuan pendampingan bukan sekadar memberikan bantuan, melainkan mendorong masyarakat memiliki kemampuan mengembangkan potensi wilayahnya secara mandiri. (Rendi)

Facebook Comments

POST A COMMENT.