mepnews.id – Gempa 7,7 M beserta ribuan gempa susulan di Pulau Flores sejak 15 Agustus 2026 memberi dampak pada Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus di Ruteng. Tercatat 134 mahasiswa menjadi korban luka, termasuk enam yang mengalami luka berat. Beberapa bagian dinding kampus di tengah pulau itu juga rusak dan roboh.
Para mahasiswa terdampak bencana saat berada di rumah masing-masing karena gempa berlangsung pada masa mereka libur semester. “Enam mahasiswa luka berat. Membutuhkan perhatian khusus. Dua mengalami patah kaki, empat cedera pada dada dan kepala,” kata Humas Unika Santu Paulus, Selvianus Hadun, 24 Agustus 2026.
Data korban didapat dari Posko Tanggap Darurat Bencana dan Solidaritas Gempa Unika Santu Paulus Ruteng. “Posko melakukan verifikasi. Tim menghubungi mahasiswa untuk memastikan kondisi kesehatan, lokasi, kondisi tempat tinggal, serta kebutuhan bantuan masing-masing mahasiswa,” kata Selvianus.
Sementara itu, gedung kampus rusak cukup parah. Dinding tembok di sejumlah gedung bertingkat roboh. Berdasarkan hitungan tim teknisi kampus, terdapat 60 titik kerusakan dan setengahnya rusak berat.
Para dosen dan tenaga kependidikan tetap masuk kerja seperti biasa, fokus pada posko tanggap darurat bencana. Namun, dosen dan tenaga kependidikan yang rumahnya mengalami kerusakan, diberikan pengecualian untuk tidak masuk kerja.



POST A COMMENT.