mepnews.id – Menjadi pembalap internasional dan mahasiswa aktif tentu bukan perkara mudah. Namun, bagi Mario Suryo Aji, keduanya bukan beban. Keduanya justru bagian dari keseimbangan yang harus dijalani dengan baik untuk masa depan.
Mario piawai memacu motor di lintasan Moto2 World Championship. Pada saat yang sama, ia juga mahasiswa Prodi S-1 Manajemen Olahraga di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Ia sedang serius menyiapkan masa depan melalui pendidikan.
“Prinsipnya, masa depan harus dipersiapkan dari sekarang. Olahraga bukan hanya soal fisik, tetapi juga strategi. Kalau ditarik lebih luas, olahraga juga menyangkut manajemen dan bisnis,” ucapnya, lewat situs resmi unesa.ac.id.
Itu alasan Mario menjalani kuliah meski jadwal latihan dan balapan sangat padat. Menurutnya, jurusan Manajemen Olahraga bukan sekadar pilihan, melainkan jalan untuk mengembangkan potensi, minat, dan bakat di bidang olahraga secara menyeluruh.
Kunci keseimbangan antara kuliah dan balapan adalah manajemen waktu dan komunikasi yang baik dengan dosen pendamping atau pembimbing. “Selain itu, yang paling penting adalah komitmen,” ujarnya.
Mahasiswa asal Magetan itu menjadi salah satu contoh bahwa pendidikan, hobi dan profesi, bisa berjalan beriringan selama ada niat, komitmen, dan manajemen yang tepat.


