Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – “Mbak, bagaimana saya bisa sehat jasamani-rohani kalau waktu tersita pekerjaan sepanjang hari?” begitu Lisa mengeluh.
“Sempatkan waktu untuk olah mental dan olah fisik,” saya memberi saran.
“Kalau berdoa, saya mah rutin. Yang nggak bisa itu olahraga. Dari Senin sampai Jumat, saya sibuk terus. Rasanya nggak ada waktu buat olahraga.”
“Oh, coba saja jadi weekend warrior.”
…………
Pembaca yang budiman, jika Anda terlalu sibuk seperti Lisa dan ingin jiwa-raga bugar, ada kabar baik. Studi ilmiah yang diterbitkan dalam BMC Psychiatry menunjukkan, hanya berolahraga pada Sabtu atau Minggu (alias pola aktivitas fisik weekend warrior) dapat menurunkan risiko kecemasan sepanjang minggu.
Ketika orang menjalani sepenuhnya pedoman aktivitas fisik yang direkomendasikan maka ia bisa mendapat manfaat mental berupa mengurangi kecemasan (ansiolitik).
Rekomendasinya adalah 150 menit latihan aerobik intensitas sedang atau 75 menit aktivitas kardiorespirasi level kuat dalam periode tujuh hari. Efeknya tak jauh beda apakah menyebarkan latihan selama beberapa hari atau mengemasnya cukup satu atau dua hari. Yang penting, rekomendasinya bisa terpenuhi.
Nah, temuan para peneliti menunjukkan, meski hanya mungkin berolah raga ala weekend warrior, Anda masih dapat memperoleh manfaat aktivitas fisik yang mengurangi kecemasan.
Banyak orang sulit memasukkan olahraga aerobik ke dalam rutinitas sehari-hari. Entah karena alasan pekerjaan, karena mengurus keluarga, atau sibuk lainnya. Maka, menurut penelitian di atas, Anda tidak perlu latihan aerobik 30 menit atau lebih hampir setiap hari dalam seminggu. Selama bisa memenuhi anjuran 150 menit aerobik sedang atau 75 menit kardio berat per minggu meski hanya dalam satu atau dua sesi, efeknya dalam mengurangi kecemasan setara dengan mencicil latihan dengan porsi yang sama selama lima atau enam sesi.
Maka, untuk mendapatkan efek ansiolotik setelah olahraga, Anda bisa jadi weekend warrior misalnya dengan trekking ke puncak gunung, bersepeda sendirian jarak jauh, atau sekadar jalan kaki pagi beberapa jam. Tak perlu stres karena tidak bisa berolahraga di hari kerja –yang pada gilirannya dapat meningkatkan kecemasan. Fokuslah melakukan gerakan yang cukup secara keseluruhan pada akhir pekan sehingga bisa menabung energi anti-kecemasan sepanjang minggu.
Aktivitas fisik telah lama dikenal sebagai sarana ampuh untuk mengurangi kecemasan. Studi terbaru ini melengkapi penelitian-penelitian sebelumnya dengan menunjukkan bahwa waktu latihan bersifat fleksibel; Anda tidak perlu pergi ke fitness center lima atau enam kali seminggu untuk melihat manfaat ansiolitik.
Meski demikian, tetap hati-hati dalam berolahraga. Kejutan pada sistem tubuh karena langsung latihan intensitas tinggi setelah beberapa hari tidak olahraga dapat meningkatkan risiko cedera. Jika Anda baru berolahraga atau belum aktif secara fisik, maka mulailah weekend warrior secara bertahap. Pelan dulu, kemudian intens.
Selain itu, usahakan tetap aktif secara keseluruhan sepanjang hari. Tetap banyak bergerak atau berjalan saat hari kerja, dan jangan duduk melulu. Jangan lupa juga untuk menjaga pola makan dan tidur yang baik.


