Tanda-tanda Dia Tertarik pada Anda

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Ngobrol soal hubungan romantik nggak akan pernah ada habisnya. Mengapa? Karena semua orang pasti pernah merasakan meski dengan pengalaman individual dan kondisi masing-masing. Ini proses biologis dan psikologis yang normal, namun memberi kesan beraneka ragam.

Salah satu proses awal dari hubungan romantik adalah saat seseorang tertarik pada orang lain. Istilah yang sering muncul dari kondisi ini antara lain; naksir, jatuh cinta, tertarik, suka, terpikat, dan sejenisnya.

Orang bisa naksir orang lain karena berbagai alasan. Antara lain: ketertarikan fisik, kepribadian, kesamaan yang memperkuat koneksi dan pemahaman, menaruh harapan tertentu, hingga faktor chemistry yakni daya tarik tetentu yang sulit dijelaskan secara rasional.

Ketika seseorang terpikat pada orang lain, terjadi berbagai perubahan kimia dan aktivitas dalam otak. Nucleus accumbens, yakni bagian otak yang terkait dengan motivasi, kepuasan, dan reward, menjadi lebih aktif sehingga orang itu punya perasaan senang dan dorongan untuk mendekati orang yang ditaksir. Tubuh memproduksi hormon-hormon dopamin, serotonin, dan oksitosin yang berperan penting dalam mengatur perasaan cinta dan daya tarik romantis. Perubahan aktivitas otak dan tubuh ini bersama-sama menciptakan pengalaman yang kompleks pada tingkat neurobiologis yang secara awam dinamai jatuh cinta.

Yang menarik adalah saat sinyal neurobiologis ini ditransfer dalam bentuk perilaku yang melibatkan pihak yang naksir dan pihak yang ditaksir. Bila kedua pihak sama-sama positif atau negatif, urusannya gampang. Kalau sama-sama positif, ya jodoh lah. Kalau sama-sama negatif, ya nggak ada apa-apa. Yang biasanya menimbulkan sejumlah drama adalah saat yang satu positif dan yang lain negatif. Yang satu naksir berat, yang ditaksir cuek saja atau tidak tahu. Biasanya ada upaya-upaya tertentu untuk memikat atau menolak. Ini perlu komunikasi.

Terus, bagaimana caranya agar Anda tahu bahwa ada orang yang naksir Anda?

Mungkin sulit untuk mengetahui apakah seseorang naksir pada Anda saat dalam konteks membina hubungan romantik. Kadang, demi kesopanan, seorang bersikap tertentu dan tak ingin terlihat kasar atau menolak. Di sisi lain, orang kebanyakan tak ingin terlihat terlalu naksir dan takut ditolak. Jadi, sering orang mengirim isyarat atau sinyal-sinyal untuk menunjukkan ketertarikan.

Empat peneliti; Fichten, Tagalakis, Judd, Wright, dan Amsel, mengungkap perilaku verbal dan nonverbal dalam konteks hubungan romantis. Mereka melakukan wawancara mendalam terhadap 50 pria dan 34 wanita dewasa di Kanada untuk mengetahui bagaimana reaksi mereka saat tertarik pada calon pasangan versus bagaimana reaksi mereka ketika bosan atau tidak tertarik pada orang tersebut.

Menurut mereka, secara umum orang yang naksir cenderung menjaga percakapan agar tetap berlangsung, sering memperhatikan, berusaha mendekat dan bahkan menyentuh. Sebaliknya, orang yang tidak naksir biasanya bersikap biasa saja, bahkan bisa mengakhiri percakapan, mengabaikan, menjauh, dan menghindari kontak.

Individu yang tertarik membina hubungan menunjukkan minat pada percakapan sehari-hari dengan memberikan tanggapan terbuka, membicarakan topik pribadi, dan setuju/tidak setuju dengan lawan bicaranya. Untuk menunjukkan minat lebih dalam, mereka menambahkan lebih banyak percakapan dan mengajukan pertanyaan lebih rinci, terbuka, dan pribadi. Untuk ketertarikan romantis, mereka lebih memuji pihak yang ditaksir, melontarkan lelucon, dan meminta nomor telepon atau informasi kontak lainnya.

Individu yang tidak tertarik biasanya segera mengubah topik pembicaraan, berbicara dangkal, atau bahkan mengungkapkan kebosanan secara verbal. Untuk menunjukkan ketidaktertarikan, kadang mereka berbohong atau membuat alasan, memberikan jawaban tertutup, dan mengakhiri percakapan. Jika tidak tertarik pada hubungan lebih dekat, mereka bisa menutup hubungan dengan mengaku sudah punya pasangan, menunjukkan ketidaksetujuan, atau menolak ajakan.

Orang yang naksir juga menunjukkan ketertarikan melalui komunikasi nonverbal lewat bahasa tubuh dan sentuhan. Orang yang menunjukkan minat dalam interaksi umum biasa melakukan kontak mata, memandang orang ditaksir, tersenyum, mendekat, dan sesekali menyentuh secara sosial. Saat terkait dengan hubungan lebih dekat, orang bisa memandangi yang ditaksir dari atas ke bawah dengan lebih intens, lalu melakukan sentuhan lebih romantis.

Jika tidak tertarik, maka orang cenderung menjauh, menguap, memalingkan muka, gelisah, atau menampakkan kebosanan. Untuk memperjelas ketidaktertarikan romantis, orang biasanya menjauh dari pasangan dan menghindar sepenuhnya. Selain itu, orang yang bosan atau tidak tertarik tidak akan menyentuh orang dimaksud.

Penelitian Fichten dan kawan-kawan juga menemukan beberapa isyarat tambahan yang menandakan ketertarikan atau ketidaktertarikan. Ketika seseorang tertarik pada lawan bicara, ia siap mengabaikan gangguan komunikasi di luar, memperhatikan lawan bicara, dan mencoba berempati. Jika tertarik ke arah hubungan romantis, ia bahkan memberikan lebih banyak perhatian—dengan melakukan hal-hal sopan, dan lebih sering melontarkan godaan atau rayuan.

Jika tidak tertarik, dia tidak penuh perhatian atau mengalihkan perhatian, menutup kontak telepon, mengabaikan sapaan, atau malah menghindari orang dimaksud. Untuk menunjukkan ketidaktertarikan romantis, ia bahkan tidak bisa melakukan hal-hal sopan atau bahkan menjadi tidak ramah pada orang dimaksud.

Jadi, jika seseorang tidak pernah secara langsung mengungkapkan pada Anda, maka agak sulit untuk memastikan apakah dia naksir Anda. Namun, untuk mendapatkan kepastian, Anda bisa menilai cara dia berkomunikasi secara verbal dan non verbal. Juga, cari tanda-tanda lain yang bisa mendukung.

Facebook Comments

Comments are closed.