Menilai Kepribadian Orang dari Posting Instagram

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – “Dek, waktu anakku wawancara kerja, kenapa ya koq dia juga diminta menunjukkan akun medsosnya?” tanya seorang teman pada saya.

“Oh, di era sekarang, sudah biasa bagi HRD untuk cek medsos calon karyawan. Lewat postingan di medsos, HRD bisa menilai calon karyawannya,” jawab saya.

“Begitu, ya? Wah, jadi nggak boleh sembarang posting nih. Demi masa depan anak-anak.”

………….

Pembaca yang budiman, teman saya di atas hanya salah satu dari sekian banyak orang yang bertanya soal media sosial saat melamar pekerjaan, mengajukan proposal kerja sama, atau kegiatan yang sejenis. Sebagaimana penampilan offline, postingan di medsos lewat tulisan, gambar, atau video memang bisa mencerminkan kepribadian.

Salah satu contoh bukti ilmiahnya, postingan di Instagram. Situs ini sebagian besar berisi gambar, bukan kata-kata. Apakah gambar benar bisa bernilai ribuan kata untuk data kepirbadian? Sarah Osterholz dan tim peneliti mengeksplorasi kemampuan untuk menilai kepribadian orang lain secara akurat hanya berdasarkan profil Instagram.

Ilustrasi remaja posting status di medsos.

Koq bisa? Begini proses dan penjelasannya.

Peneliti mengumpulkan data kepribadian dari lebih dari 100 pengguna Instagram. Mereka mengisi kuesioner untuk menilai tingkat harga diri, narsisme, dan Big 5 ciri kepribadian besar (ekstraversi, keterbukaan terhadap pengalaman, stabilitas emosi, kesadaran, dan keramahan).

Untuk memastikan keakuratan, peneliti juga meminta teman dekat atau anggota keluarga pengguna Instagram untuk menilai sifat yang sama.

Nah, kemudian, peneliti meminta sekelompok pengamat berbeda untuk menilai kepribadian pengguna Instagram setelah melihat profil mereka. Para pengamat ini benar-benar orang asing dan tidak mengenal pengguna Instagram itu. Mereka menilai hanya berdasarkan citra di media sosial.

Hasilnya, Osterholz menemukan penilaian kelompok pengamat terhadap kepribadian pengguna Instagram pada ciri-ciri Big 5 secara signifikan berkorelasi dengan kepribadian pengguna yang sejatinya. Bisa dikata, hampir persis dan akurat.

Ekstraversi dan keterbukaan adalah hal yang paling mudah untuk dinilai. Artinya, pengamat luar paling akurat dalam menilai pengguna berdasarkan sifat-sifat ini. Pengamat dapat secara akurat menyimpulkan tingkat narsisme dan harga diri pengguna instagram.

Yang mengejutkan, pengamat bisa lebih akurat dalam menilai stabilitas emosi pengguna Instagram daripada yang ditunjukkan dalam studi media sosial lainnya.

Osterholz dan tim peneliti berspekulasi, mungkin Instagram dengan fokus pada foto-foto ekspresif telah memberi pengguna perasaan yang lebih baik tentang pengalaman emosional. Pengguna Instagram merasa lebih nyaman melontarkan perasaan lewat gambar.

Lalu, apa manfaat temuan ilmiah ini bagi kita?

Demi masa depan yang lebih panjang, ada baiknya bagi kita untuk selektif posting di Instagram atau media sosial lainnya. Bukan hanya untuk urusan wawancara pekerjaan atau urusan sejenis lainnya, postingan di medsos bisa digunaan orang lain untuk kepentingan mereka sendiri.

Usahakan posting gambar, tulisan, atau video yang bisa menjaga citra diri hingga usia tua nanti. Jangan posting hoax, konten penuh dosa, dan sejenisnya, karena kita pasti akan mempertanggungjawabkannya.

Facebook Comments

Comments are closed.