mepnews.id – Rosmawati Indah Dwiyanti luar biasa. Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik semester 1 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) baru menekuni seni beladiri taekwondo saat bergabung dengan UKM Bela Diri Taekwondo di kampusnya. Namun, saat pertama turun arena di Kejuaraan Taekwondo KBPP POLRI Jatim Cup 3 pada 5-7 Desember 2025 di Surabaya, ia meraih Juara 1 Kyorugi Festival untuk kategori pemula.
Sungguh, itu ajang yang debut indah bagi Indah. Meski sempat diliputi rasa gugup, ia mampu menunjukkan performa terbaik. “Ini pertama kali saya ikut tanding, rasanya gugup sekali di arena. Apalagi setelah lihat teman-teman yang tanding duluan ada yang cedera. Itu bikin saya makin deg-degan,” ungkap Indah, lewat situs resmi umsida.ac.id.
Namun, ia menenangkan diri dan meyakinkan diri untuk tetap fokus. Hasilnya, keberanian untuk tetap maju ke arena menjadi langkah yang berbuah manis.
Tentu saja, prestasi tinggi ini buah dari persiapan yang cukup melelahkan sekaligus menyenangkan. Menurut Indah, latihan taekwondo tidak selalu berjalan mulus. Beberapa kali cedera ringan dialami dirinya maupun rekan-rekan latihan lainnya. Puncaknya, ia bersyukur karena semua proses membuahkan hasil sesuai harapan.
“Sempat ada yang cedera waktu latihan. Saya juga pernah. Tapi, Alhamdulillah, semuanya terbayar di pertandingan. Umsida juara umum kedua,” kata mahasiswa kelahiran September 2006 itu.
Saat latihan, tantangan yang ia harus dihadapi adalah manajemen fisik dan mental. Ia harus menjaga kondisi tubuh tetap fit, fokus, dan percaya diri menjelang pertandingan. Pada saat yang sama, ia harus membagi waktu antara latihan dan kuliah. Dari situ, Indah belajar banyak hal baru, terutama tentang disiplin, konsistensi, dan kesiapan menghadapi kompetisi. Pengalaman ini menjadi pembelajaran penting baginya sebagai mahasiswa baru.
Selain menjadi juara, Indah juga menyimpan kenangan unik saat mengikuti kejuaraan. Salah satunya adalah momen perjalanan bersama teman-teman satu tim. “Kami sempat bonceng empat buat ke masjid. Jaraknya jauh, dan cuma saya yang mau ambil kunci motor,” ceritanya sambil tertawa.
Dukungan dari berbagai pihak turut menguatkan langkah Indah. Teman dekat, pelatih, keluarga, hingga lingkungan kampus memberikan motivasi dan semangat besar. Ia merasakan dukungan penuh Umsida terhadap pengembangan prestasi taekwondo. “Dari situ saya jadi lebih percaya diri, merasa bisa melewati semuanya dan akhirnya mendapatkan hasil yang diharapkan,” ujarnya.
Indah juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa Umsida agar tidak ragu mencoba dan mengembangkan potensi diri. “Kuliah dan prestasi bisa berjalan bersama, asal kita konsisten dan percaya dengan proses,” begitu resepnya.


