KKNP Umsida Lakukan Pemetaan Gunung Alap-alap

mepnews.id – Mahasiswa KKNP Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kelompok 65 membuat pemetaan camp area Gunung Alap-alap di Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Mojokerto. Pemetaan ini mengatasi masalah minimnya penunjuk arah yang membuat banyak pendaki kesulitan navigasi jalur.

Dengan fokus program kerja bidang kesehatan, UMKM, pariwisata, dan pendidikan, para mahasiswa berkontribusi dalam meningkatkan daya tarik wisata alam Desa Sajen.

“Program kerja ini untuk meningkatkan aksesibilitas dan keamanan pendaki di gunung Alap-alap. Ini juga untuk pengembangan area perkemahan,” ujar ketua KKNP 65 Umsida, Andi Fathurraihan Said, lewat situs resmi umsida.ac.id, edisi 12 Februari 2025.

Sebelum melaksanakan program, mahasiswa berkoordinasi dengan perangkat desa dan pengelola wisata gunung Alap-alap untuk mendapatkan izin dan dukungan. Kemudian, para mahasiswa membuat plang penunjuk arah dan penanda guna mempermudah pendaki.

Pembuatan plang penunjuk arah ini dilakukan melalui beberapa tahapan. Diawali dengan pemotongan bambu bahan utama penanda, mahasiswa kemudian mengecat besi dan membuat penunjuk arah ke puncak. Plang kemudian dipasang di titik-titik strategis sehingga pendaki dapat lebih mudah menemukan jalur.

Selain memetakan jalur pendakian, mahasiswa KKN-P 65 juga melakukan uji coba pembuatan sarang nyamuk. Teknologi Tepat Guna (TTG) sarang nyamuk ini nantinya ditempatkan di area pendakian.

“TTG ini untuk mengurangi populasi nyamuk di perkemahan dan jalur pendakian, sehingga pendaki dapat beristirahat lebih nyaman,” kata Fathur.

Beberapa prototipe TTG dipasang di area tertentu untuk melihat efektivitasnya, sebelum dilakukan pemasangan menyeluruh. Setelah pemasangan plang dan TTG sarang nyamuk, mahasiswa KKNP 65 mengadakan briefing dengan pengelola wisata setempat.

Plang warna kuning penunjuk arah di Gunung Alap-alap.

Mahasiswa menjelaskan fungsi plang penunjuk arah dan bagaimana merawatnya agar terjaga dalam jangka panjang. Selain itu, mahasiswa juga memberi panduan pada pengelola kawasan mengenai pemeliharaan TTG sarang nyamuk agar tetap efektif.

Program kerja mahasiswa KKN-P 65 dalam bidang pariwisata ini mendapat apresiasi dari warga dan komunitas pendaki. Supodo, pengelola pendakian Gunung Alap-alap, mengatakan plang penunjuk arah dan TTG sarang nyamuk ini bisa meningkatkan kenyamanan dan keamanan pendaki, sekaligus mendorong lebih banyak wisatawan mengunjungi area ini.

“Kami mengarahkan mahasiswa ke lokasi strategis untuk memasang petunjuk,” terangnya.

Agar pendaki mengetahui pemetaan ini, mahasiswa KKNP 65 juga melakukan sosialisasi. Salah satunya dengan menyebarkan informasi melalui media sosial, grup pendaki, serta komunitas wisata lokal. Mahasiswa juga memasang poster di titik awal pendakian yang menjelaskan jalur yang telah dipetakan dengan plang penunjuk arah.

Facebook Comments

Comments are closed.