Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – Dalam berbagai kesempatan, saya sering menasihatkan untuk minum air saja. Air biasa. H2O. Kalau ingin yang agak lain, boleh lah dicampur produk yang sehat saja. Misalnya dicampur teh, irisan buah, atau lainnya yang alami. Secukupnya saja.
Jangan sering-sering minum minuman yang rasa ini-itu, warna-warni, dari olahan pabrik. Jangan sering-sering minuman yang banyak dipromosikan hebat, kuat, dahsyat. Banyak yang menderita gagal ginjal atau penyakit sejenis karena minum macam beginian. Usia korban semakin muda.
Satu lagi bukti yang makin meyakinkan saya untuk menjauhi minuman aneh-aneh. Studi yang melibatkan lebih dari 50.000 mahasiswa di Norwegia mengungkapkan, individu yang minum minuman berenergi setiap hari cenderung memiliki kualitas tidur lebih rendah dibandingkan dengan yang jarang atau tidak pernah mengonsumsi minuman berenergi. Responden yang mengonsumsi minuman berenergi setiap hari ternyata kurang gampang tertidur, kurang nyenyak tidur, dan butuh waktu lebih lama untuk bangun atau dibangunkan.
Yang saya maksud minuman berenergi adalah minuman buatan pabrik yang diiklankan bisa meningkatkan energi, kewaspadaan, dan konsentrasi. Minuman ini biasanya mengandung kadar kafein, gula, dan stimulan lain yang tinggi seperti taurin, guarana, dan vitamin B. Tanpa perlu menyebut merek, kita tahu minuman seamcam ini populer di kalangan individu yang mencari energi instan, misalnya mahasiswa menjelang ujian, atlet, atau sopir yang bekerja berjam-jam, dan sejenisnya.
Mungkin, sekali atau dua kali minum, orang memang merasakan sensasi lebih berenergi atau bahkan tahan melek sampai subuh. Namun, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti peningkatan detak jantung, tekanan darah tinggi, dan kecemasan. Kalau sudah kecanduan, mengonsumsi minuman berenergi terutama yang mengandung gula tinggi, dapat menyebabkan risiko kesehatan seperti obesitas dan sejenisnya.
Siri Kaldenbach bersama timnya di Norwegia lebih fokus menyelidiki seberapa sering mahasiswa mengonsumsi minuman berenergi dan apakah konsumsi ini terkait dengan mutu tidur. Mereka menganalisis data survei nasional terhadap mahasiswa di Norwegia yang dilakukan tiga organisasi besar. Studi ini menggunakan data dari 59.544 mahasiswa lewat kuesioner daring pada 2022. Usia rata-rata mahasiswa 24 tahun, dan 66% perempuan.
Hasil penelitian menunjukkan, 50% wanita dan 40% pria menyatakan tidak pernah mengonsumsi minuman berenergi, sisanya pernah. Dari yang pernah, sekitar 6% wanita dan 8% pria melaporkan mengonsumsi 4-6 minuman berenergi per minggu. Sekitar 3% wanita dan 5% pria melaporkan mengonsumsi minuman berenergi setiap hari.
Baik pria maupun wanita yang mengonsumsi minuman berenergi setiap hari mengalami tidur 30 menit rata-rata lebih sedikit per hari dibandingkan dengan yang tidak pernah mengonsumsi minuman berenergi. Yang mengonsumsi minuman berenergi tidur sekitar 7 jam 10 menit, sementara yang tidak pernah minum minuman berenergi tidur sekitar 7 jam 40 menit per malam.
Di antara wanita yang mengonsumsi minuman berenergi, 51% melaporkan gejala insomnia, dibandingkan 33% wanita yang jarang atau tidak pernah mengonsumsinya. Persentasi setara adalah 37% dan 22% untuk pria. Malahan, pria yang mengonsumsi minuman berenergi setiap hari bisa dua kali lebih mungkin tidur kurang dari 6 jam per malam dibandingkan dengan yang jarang atau tidak pernah mengonsumsi minuman berenergi. Baik pria maupun wanita yang minum minuman berenergi setiap hari membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa tertidur dan terbangun, dan mengalami lebih banyak kesulitan mempertahankan tidur nyenyak.
Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan kuat antara frekuensi konsumsi minuman berenergi dengan berbagai parameter tidur bermutu. Namun, para peneliti belum berani menarik kesimpulan karena data tidur dan konsumsi minuman berenergi masih berasal dari laporan mandiri responden sehingga mungkin ada bias yang memengaruhi hasil.
Saya, demi pertimbangan prefentif jangka panjang, mending ambil kesimpulan sendiri bahwa minuman semacam itu lebih baik dihindari. Sekali, dua kali, okelah. Tapi, jangan sampai keseringan, atau bahkan kecanduan. Mending minum minuman alami dan minum minuman yang sudah lama terbukti tidak berbahaya bagi kesehatan.


