mepnews.id – Tim Peneliti Unggulan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana melakukan observasi lapangan, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD), untuk mengkaji proyek ekowisata Katingan di Kalimantan Tengah.
Dikabarkan situs resmi unud.ac.id, observasi di beberapa desa penyangga Zone Katingan Mentaya Projek berlangsung 5 – 9 Juli 2024. Tujuannya menghimpun data kewilayahan terkait potensi pengembangan hutan desa yang menjadi buffer zone Katingan Projek sebagai kawasan ekowisata. Kegiatan ini dibiayai dari dana LPPM Unud.
Tim terdiri dari Nyoman Sukma Arida dan Gede Gian Saputra. Mereka mengeksplorasi sungai Katingan dan Kalaru untuk melihat kehidupan satwa liar dan langka. Antara lain bekantan, burung rangkong, monyet, orang utan, dan lainnya.
Tim meninjau guest house di tengah hutan Desa Karuing. Di Desa Telaga, mereka mengunjungi tempat keramat yang disakralkan warga sebagai pesan simbolik instrumen merawat hutan. Masyarakat setempat masih memegang erat tradisi dan adat Dayak meskipun telah memeluk agama Islam.
Guna memperkaya wawasan tata kelola ekowisata, tim mengadakan FGD di Desa Telaga dan Desa Karuing di Kecamatan Kamipang. Beberapa pengurus dan anggota simpul wasita hadir dan memberi masukan terkait tantangan dan kendala pengembangan ekowisata yang sudah dirintis sejak 2017.
Secara garis besar, kedua desa terkendala SDM dan fasilitas penunjang ekowisata. Maka, pihak desa sangat mengharapkan pendampingan dari kampus pariwisata.
Di desa Tampelas, tim diajak meninjau pembangunan pabrik pengolahan ikan gabus PT Rimba Makmur Utama (PT RMU). Rezal Kusumaatmadja, CEO PT RMU, menyampaikan visi besar pembangunan pabrik yang sepenuhnya menggunakan sumber energi dari tenaga surya.
Dari kegiatan riset awal ini diharapkan terjalin kerja sama antara pihak Universitas Udayana dengan PT RMU yang mengelola restorasi lahan gambut Katingan dalam mendampingi masyarakat setempat meningkatkan tata kelola ekowisata. (SA)


