mepnews.id – Heatstroke, alias serangan panas, merupakan kondisi saat tubuh tidak mampu mengontrol kenaikan suhu yang disebabkan cuaca panas ekstrem. Gejala yang muncul adalah terjadinya kenaikan suhu mendadak lebih dari 39,5°C, tubuh tidak mampu mengeluarkan keringat, kulit memerah, panas, dan kering, muncul gejala sakit kepala atau pusing, mual dan muntah, serta nadi menjadi lebih cepat dan kuat, pernapasan menjadi lebih cepat dan pendek, hingga terjadi penurunan kesadaran.

Ira Purnamasari
Ira Purnamasari, dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya, menyebut salah satu penyebab heatstroke pada jamaah haji antara lain suhu panas dan paparan terik sinar matahari. Pada saat itu, tubuh sedang melakukan aktivitas berat, sedangkan tubuh dalam kondisi dehidrasi alias kekurangan cairan. Lebih-lebih, ada kondisi medis tertentu seperti penyakit jantung, obesitas, atau tubuh sudah dalam kondisi sakit/demam.
“Suhu tubuh harus segera diturunkan. Jika tidak, heatstroke dapat memicu kerusakan organ vital yang berujung pada kejang dan kematian,” ujar Ira.
Penanganan yang dapat dilakukan jika seseorang mengalami heatstroke atau jika menemui seseorang kena heatstroke adalah segera bawa penderita ke tempat teduh, tempat yang sejuk, atau tempatkan pada ruangan ber AC. Lalu kendurkan semua pakaian agar penderita dapat bernapas dan memperoleh oksigen secara maksimal.
“Kemudian, kompres menggunakan handuk atau kain yang telah dibasahi. Kompres pada bagian kepala, leher, ketiak, dan selangkangan. Bisa juga membasahi badan penderita dengan air,” kata Ira.
Jika penderita masih dalam kondisi sadar, segera berikan minum untuk menghidrasi tubuh. Lalu, segera mencari pertolongan medis.
Pada musim haji, apa tindakan yang dapat dilakukan agar tidak mengalami heatstroke?
- Cukupi kebutuhan cairan tubuh. Minum 1 gelas air (300cc) atau lebih setiap jam. Jangan menunggu haus untuk minum.
- Hindari terkena sinar matahari langsung. Gunakan payung atau penutup kepala untuk melindungi tubuh dari sengatan terik matahari. Segera semprotkan air atau basahi tubuh yang terkena sinar matahari langsung.
- Istirahat yang cukup. Jangan memforsir tenaga pada aktivitas yang tidak berhubungan dengan ibadah.
- Konsumsi makanan dan minuman bergizi. Hindari minuman manis karena menyebabkan dahaga berlebih dan sebabkan dehidrasi.
- Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin jika memiliki riwayat penyakit tertentu.


