Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – “Duh, Mbak, rasanya saya pingin menghilang saja dari peredaran,” begitu Maya memulai curhatnya.
“Lho, lho, lho, ada apa ini? Koq sepertinya kewalahan sangat?”
Sambil menghela nafas dalam-dalam, Maya mengaku, “Ya, saya benar-benar kewalahan dengan semua yang harus saya tangani. Sangat tertekan. Semua terlalu banyak, terlalu cepat, terlalu menuntut. Ya pekerjaan, ya target bisnis, ya tanggung jawab di rumah, bahkan tekanan dari sosial media. Rasanya waktu 24 jam sehari tidak cukup untuk menyelesaikan semuanya.”
…………
Pembaca yang budiman, teman saya ini bisa digolongkan kelas menangah atas yang secara ekonomi dan sosial cukup sukses. Bisnisnya meningkat pesat, posisinya di masyarakat juga disegani, keluarganya baik-baik saja. Tapi, orang lebih banyak melihat dia dari luarnya. Padahal, bagian dalam dirinya sedang sangat kewalahan menghadapi tekanan berbagai percepatan keadaan.
Maka, belajar dari kondisi Maya, sejenak slowing down sejatinya dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan pribadi kita. Melambatkan gerak aktivitas justru dapat memberikan manfaat jangka panjang signifikan bagi kualitas kerja, kesejahteraan mental, dan kepuasan kerja kita.
Dengan sejenak slowing down, kita bisa menciptakan ruang untuk merefleksikan pikiran, emosi, dan pengalaman. Refleksi diri ini membantu kita memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang diri kita sendiri, nilai-nilai hidup kita, dan aspirasi kita. Hal ini memungkinkan kita mengidentifikasi area kehidupan mana yang memerlukan perhatian atau perbaikan dan memberi kita kesempatan untuk membuat pilihan sadar yang sejalan dengan keinginan sejati kita. Semua ini vital untuk pertumbuhan pribadi kita.
Dalam lingkungan yang serba cepat sekarang ini, kita jadi lebih gampang kehilangan fokus lalu terjebak dalam multitasking berlebihan. Maka, melambatkan langkah memungkinkan kita memusatkan perhatian pada satu tugas pada satu waktu sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Kita dapat lebih fokus pada tugas-tugas dan melakukan pekerjaan lebih teliti sehingga menghasilkan kualitas lebih baik daripada jika terburu-buru menyelesaikan semuanya.
Ketika slowing down dan memberikan waktu untuk merenung dan berpikir mendalam, kita lebih mungkin menemukan solusi-solusi kreatif untuk masalah-masalah rumit. Ini membuka ruang bagi pemikiran kreatif dan inovatif. Di jangka panjang, kita bisa merasa lebih puas dengan hasil kerja, dapat meningkatkan rasa pencapaian dan kepuasan secara keseluruhan.
Slowing down juga memberi kesempatan pada kita untuk mengembangkan rasa syukur. Dengan berfokus pada kondisi saat ini dan mengakui setiap kebahagiaan atau keberkahan sekecil apa pun dalam hidup, kita bisa mengubah perspektif dari apa yang kurang menjadi apa yang sudah kita miliki. Pergeseran pola pikir ini dapat berdampak besar pada kesejahteraan dan kebahagiaan kita secara keseluruhan.
Slowing down juga memungkinkan kita untuk hadir sepenuhnya dalam hubungan dan interaksi dengan orang lain. Hal ini memungkinkan kita untuk mendengarkan dengan penuh perhatian, berempati, dan lebih terhubung pada tingkat lebih dalam. Kita bisa membina hubungan lebih bermakna dan menciptakan jaringan pendukung yang berkontribusi terhadap pertumbuhan pribadi kita.
Lalu, bagaimana cara bisa mempraktikkan slowing down setiap hari?
- Ciptakan ruang untuk tenang
Sisihkan waktu khusus setiap hari untuk diam dan tenang. Bagi umat Islam, ini bisa dilakukan saat sholat. Sesibuk apa pun, sholat bisa menghentikan semuanya dan memberikan rasa tenang. Jika tidak sholat, bisa juga dengan cara menenangkan diri lewat meditasi, tarik napas dalam, atau sekadar duduk di alam terbuka. Putuskan sejenak diri Anda dari kebisingan dan tekanan yang terus-menerus.
- Nikmati diri sendiri
Latih diri untuk terlibat dalam kesadaran penuh dan bersyukur. Entah itu saat makan, saat berjalan-jalan, atau apa saja, fokuslah pada momen saat itu dan nikmati pengalamannya. Perhatikan indra, pikiran, dan emosi Anda tanpa menghakimi. Setelah itu, syukurilah setiap momen yang Anda jalani.
- Merawat diri
Silakan saja super sibuk, tapi jangan lupa memperhatikan kondisi tubuh. Jadikan perawatan diri sebagai bagian dari rutinitas yang tidak dapat dinegosiasikan. Beristirahatlah bila perlu, lakukan aktivitas yang memberi kegembiraan dan relaksasi, dan pastikan tidur nyenyak. Dengan merawat diri sendiri, Anda menciptakan landasan untuk kehidupan lebih seimbang dan memuaskan.
- Tetapkan batasan
Tidak smua hal harus Anda tangani. Beranilah mengatakan ‘tidak’ pada komitmen atau kewajiban yang terlalu membebani atau tidak sejalan dengan prioritas Anda. Delegasikan tugas kepada pihak yang lebih ahli atau yang lebih berwenang. Tetapkan batasan jelas antara kehidupan pribadi dan profesional untuk melindungi waktu dan energi Anda. Ini memungkinkan Anda fokus pada hal yang benar-benar signifikan.
- Sederhanakan jadwal
Membuat jadwal itu bagus untuk menajemen diri. Tapi, jangan lupa, Anda harus bisa mengevaluasinya lalu mengidentifikasi tugas atau komitmen mana yang tidak penting atau yang justru bisa menimbulkan stres yang tidak perlu. Sederhanakan daftar tugas Anda, dan fokus pada aktivitas yang selaras dengan tujuan Anda.
- Bergembiralah
Sisihkan waktu untuk hobi, minat, dan aktivitas yang memberi Anda kegembiraan, kebahagiaan dan kepuasan. Misalnya; membaca, melukis, olahraga atau menghabiskan waktu di alam terbuka. Aktivitas-aktivitas semacam ini dapat membantu Anda menenangkan diri dan terhubung kembali dengan diri sendiri.
Intinya, slowing down dan mensyukuri yang ada hari ini bukan sekadar menikmati momen sesaat tapi juga bagaimana memelihara pertumbuhan dan kesejahteraan diri kita sendiri. Ini membantu kita mengembangkan kesadaran diri, rasa syukur, dan hubungan yang bermakna dengan sesama. Semuanya merupakan unsur penting untuk pertumbuhan pribadi.


