Kaum Pria Butuh Guy’s Night untuk Kesehatan Mental

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – “Mbak, kenapa ya suami saya suka banget ngobrol sama teman-temannya? Mau saya, dia itu di rumah saja usai kerja,” begitu curhatan teman kerja saya.

“Apakah suamimu bersikap baik pada keluargamu? Kewajiban keluarga sudah dia penuhi?” saya mencoba mendalami.

“Secara umum sih iya. Dia suami yang baik.”

“Kalau begitu, ya sudah. Tak ada masalah.”

“Bukannya begitu. Mau saya, biar dia itu di rumah saja bantu saya ngurus anak. Kan enak jadi makin dekat dengan keluarga?”

“Kau ini bagaimana? Kau sering minta ‘me time‘ tapi melarang suami ikutan ‘guy’s night‘. Itu namanya kau nggak adil.”

………….

Pembaca yang budiman, guy’s night yang saya maksud di atas adalah waktu yang dihabiskan oleh pria untuk bersosialisasi dan menikmati waktu bersama rekan-rekan prianya. Para pria ini berkumpul untuk melakukan aktivitas yang biasanya dianggap sebagai hobi. Misalnya, menonton sepakbola, utak-atik motor gede, jalan sehat, atau sekadar mengobrol. Meski pakai istilah night, aktivitas ini bisa dilakukan kapan saja termasuk pagi atau siang hari.

Pria yang telah menikah atau memiliki keluarga mungkin saja merasa butuh memiliki waktu bersama teman-teman dalam bentuk guy’s night. Interaksi sosial di luar rumah dapat membantu menjaga keseimbangan hidupnya, memberikan dukungan emosional, dan memungkinkan dia untuk tetap terhubung dengan teman-teman di luar lingkungan keluarga.

Ngobrol dengan sesama teman dalam komunitas kajian spiritual juga bisa.

Guy’s night dapat menjadi waktu bagi dia berbicara tentang hal-hal yang mungkin tidak dibicarakan dengan pasangan atau keluarga. Misalnya, bicara tentang beban pekerjaan, bertukar pengalaman, mengungkapkan perasaan tertentu, atau mencari dukungan tertentu, dalam suasana yang bebas penghakiman oleh sesama teman dekat.

Penelitian yang dilakukan Dr Robin Dunbar psikolog dari Oxford University, guy’s night‘ rutin penting bagi kesehatan mental dan emosional kaum pria. Ini bisa meningkatkan persahabatan dan solidaritas di antara kaum pria.

Manfaat guy’s night bagi pria antara lain bisa meningkatkan kesejahteraan emosional. Interaksi sosial dengan teman-teman dapat meningkatkan mood. Bersantai dan ngobrol dengan orang-orang yang dipercayai bisa memberikan perasaan relaksasi dan kegembiraan.

Meluangkan waktu untuk bersantai dan melakukan aktivitas menyenangkan dengan teman-teman juga dapat mengurangi stres. Ini memungkinkan pria melepaskan beban sehari-hari dan memperoleh perspektif baru.

Terkait keseimbangan hidup, ini juga memberi kesempatan bagi pria untuk sejenak melepaskan tanggung jawab keluarga dan profesional, sehingga membantu menciptakan keseimbangan hidup yang sehat antara pekerjaan, keluarga, dan waktu pribadi.

Akan lebih mantap jika yang diobrolkan tentang spiritualitas, pengembangan diri, dan kesejahteraan menyeluruh.

Berapa kali guy’s night perlu dilakukan?

Ini tergantung pada preferensi individu, kebutuhan, dan keseimbangan dengan berbagai hal lainnya. Ada yang merasa nyaman dengan guy’s night sekali seminggu atau dua minggu sekali. Ada juga yang hanya memerlukan waktu bersama teman-teman sekali sebulan.

Yang penting adalah jangan sampai guy’s night ini mengganggu hubungan dengan pasangan atau keluarga, dan menganggu tanggung jawab pekerjaan atau profesional. Jadi, perlu keseimbangan antara waktu bersama teman-teman dan komitmen lainnya yang harus dipertahankan. Jika tidak imbang, justru bisa timbul konflik.

Kualitas interaksi saat guy’s night lebih penting daripada sekadar frekuensi. Pastikan bahwa waktu yang dihabiskan bersama teman-teman adalah waktu yang bermakna dan dapat memberi manfaat psikologis lebih besar. Bukan sekadar sering pertemuan tapi tanpa tujuan jelas.

Facebook Comments

Comments are closed.