Kaastengel Favorit Saya

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Di antara kue kering yang populer disajikan saat Idul Fitri, buat saya, Kaastengel menempati ‘kasta tertinggi’ alias yang paling favorit. Saat orang lain mungkin mengidolakan Nastar, saya masih setia dengan Kaastengel sejak zaman kue kering belum sepopuler sekarang.

Kaastengel alias kue keju atau cheese cookies, konon katanya adalah kue dari Belanda yang diperkenalkan ke Indonesia pada zaman kolonial. ‘Kaas‘ berarti ‘keju’ dalam bahasa Belanda. ‘Stengels‘ berarti stik (panjang). Itulah kenapa kue ini umumnya berukuran panjang separuh jari.

Bagi saya, Kaastengel jadi sajian wajib ada di setiap tahun. Bahkan, saya bisa ‘menandai’ beberapa brand atas homemade Kastengel yang menurut saya enak, bahkan enak banget. Brand ini nggak pernah absen tiap lebaran saya. Bukan buat disajikan, tapi untuk dicemil sendiri, hehehehe…

Kaastengel dibuat dari bahan keju, tentu saja. Bahkan, ada produk premium yang pakai 2 atau 3 macam keju berbeda dalam satu resep. Keju edam, keju cheddar, dan entah keju apalagi yang saya nggak terlalu paham. Saya mesti nanya ke teman-teman pembuat nastar premium.

Selain itu, ada kuning telur, tepung dan susu, selain bahan-bahan tambahan lainnya.

Dengan bahan-bahan yang saya sebutkan tadi, nggak heran Kaastengel jadi kue dengan kalori tinggi. Menurut penelitian, kalori 7 potong Kaastengel sama dengan kalori sepiring nasi. Nah lho…

Eh, tapi ini juga berlaku buat kue kering lainnya sih, bukan hanya Kaastengel. Jadi, kita mesti paham batasan saat makan kue kering, kalau nggak mau nabung kalori ekstra saat Idul Fitri.

Selain Kaastengel, yang menempati kasta tertinggi selanjutnya versi favorit saya adalah Kue Kacang dan Katetong (Lidah Kucing). Sayangnya, dua kue kering ini tidak sepopuler Nastar dan Kaastengel. Padahal rasanya enak banget.

Kalo kalian, kue kering apa yang paling favorit?

Facebook Comments

Comments are closed.