Kicau Sunyi di Danau Kastoba

Oleh: Naufal Al Afghani

mepnews.id – Langit biru terlihat begitu cerah dalam pandangan mata. Aku dan rombongan menegaskan niat untuk pergi ke danau menakjubkan nan indah. Satu-satunya danau di Pulau Bawean di perairan utara Jawa Timur. Namanya, Danau Kastoba. Kami pergi untuk melihat betapa indahnya Kastoba yang terletak di tengah pulau.

Hari yang terasa membosankan membuat aku dan teman-temanku berniat healing atau refreshing ke Danau Kastoba. Pada hari Minggu, aku berangkat dari rumah dan berkumpul di tempat yang sudah disepakati di rumah temanku. Antara pukul 08:00 hingga 08:10, teman-temanku sudah berkumpul. Kami langsung berangkat menuju Danau Kastoba yang terletak di desa Candi Kecamatan Tambak.

Desa Candi berada di dataran tinggi dan dikelilingi hutan. Jalannya tidak terlalu bagus. Ketika hujan, jalannya licin. Di sekeliling terdapat pohon-pohon yang belum ditebang. Suasana terasa dingin dan sejuk walau sinar matahari lumaya terik. Penduduk di sekitar jalan juga sangat ramah. Buktinya, ketika aku tersesat lalu bertanya kepada penduduk sekitar, mereka langsung memberikan arah jalan yang benar.

Dari tempat parkir kendaraan, perjalanan menuju danau penuh dengan rintangan. Salah satunya, jalannya licin karena tidak diaspal. Banyak bagian jalan masih terbuat dari tanah sehingga harus berhati-hati melewatinya. Di samping jalan ada jurang yang sangat ekstrim. Banyak pohon tumbang mengakibatkan hanya orang tertentu yang bisa ke sana karena butuh usaha dan menghabiskan banyak tenaga.

Sesampai di jalan bertangga, mulai terpancar sinar matahari dan mulai terdengar suara aliran air. Tandanya keindahan Danau Kastoba sudah dekat.

Usaha keras selama perjalanan akan terbayarkan dengan keindahan Danau Kastoba yang dikelilingi hutan. Suara kicauan burung dan suara aliran air deras dalam kesunyian alam menjadi saksi indahnya Danau Kastoba.

Biasanya, orang-orang yang berkunjung ke Danau Kastoba membawa ikan atau ayam untuk dibakar-bakar. Memancing ikan di sana diperbolehkan, tetapi tidak boleh dimakan atau dibawa pulang. Ada mitos tertentu yang melarangnya.

Suasana di sekitar Danau Kastoba membuat hati menjadi tenang dan masalah menjadi hilang. Tak pelak, ini menjadi wisata favorit untuk mengabadikan momen.

Mitos-mitos
Selain kondisi jalan dan suasana sekitar, saya juga perlu menceritakan sisi lain dari danau ini. Kastoba punya ceritanya, larangannya, dan kenangannya.

Sering kali orang bertanya-tanya, “Kok bisa sih di Tengah-tengah pulau kecil nan jauh di sana terdapat danau?”

Mitosnya, dahulu kala ada seorang tuan puteri, raksasa dan sepasang burung gagak. Burung gagak Jantan dan betina menjaga pohon besar di atas gunung bernama Candi. Dalam proses penjagaan, burung gagak diganggu raksasa yang diperintah seorang tuan puteri untuk mencari batang pohon besar. Dalam proses pencarian, raksasa melirik satu pohon sangat besar dan dijaga dua gagak itu. Si raksasa tertarik dan ingin mengambil pohon itu. Tetapi sepasang gagak hitam itu terus menjaganya.

“Wahai gagak hitam, pergi kalian dari sana. Saya ingin mengambil pohon itu!” perintah raksasa pada dua burung yang menjaga pohon paling besar.

“Wahai raksasa, sombong sekali kau. Sampai kapan pun kami tidak akan pergi dari sini. Siapa pun tidak boleh mengambil dan mengganggu pohon ini,” jelas salah satu gagak di pohon itu.

Raksasa tertawa terbahak-bahak, dan langsung berjalan ke pohon tersebut. Burung gagak merasa khawatir dengan kedatangan raksasa.

“Pergi!” teriak si raksasa.

“Jangan, raksasa. Kita semua akan celaka,” si burung gagak mengingatkan.

Kekhawatiran burung gagak semakin menjadi ketika si raksasa tidak peduli. Maka, si gagak terus berucap dan meminta raksasa mengurungkan niatnya. Tapi, raksasa itu tidak peduli. Dia menggenggam batang pohon lalu mencabut sampai akarnya mengguncang bumi tanah Candi.

“Tidakkkkkk,” burung gagak langsung terbang dan pergi dari wilayah tersebut.

Raksasa, yang kesenangan karena mendapat pohon tersebut, bergegas menuju ke tuan puterinya untuk memberikan permintaan sang puteri. Namun, belum selesai tertawanya, bumi mengguncang sampai lempeng-lempeng di bawahnya bergetar. Tiba-tiba, tanah yang awalnya banyak pohon, berjatuhan sehingga membentuk kolam besar dan mengeluarkan air sangat deras.

“Ada apa ini?” ucap raksasa penasaran dan bertanya-tanya.

Belum selesai dengan penasarannya, raksasa tersebut ikut tersedot ke dalam lobang besar yang sudah terisi air. Tak lama, dia tenggelam bersamaan dengan air yang terus keluar dari sumber.

Begitulah cerita dari Danau Kastoba yang ada di Pulau Bawean.

Penasaran dengan danaunya yang cantik nan indah, juga dengan airnya yang bernuansa hijau lekat lumut dan kebiruan? Datang saja ke Kastoba.

Facebook Comments

POST A COMMENT.