mepnews.id – Hati-hati dengan makanan. Salah pilih makanan, bisa keracunan hingga kematian jika tidak segera ditangani dengan benar.
Indah Dwi Pratiwi SKep Ns MNg, dosen Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), mengatakan perlu berhati-hati memilih makanan karena keracunan bisa disebabkan oleh hal-hal kecil yang tidak disadari.
“Antara lain, makanan terkontaminasi bakteri, virus, parasit, atau makanan yang sudah kadaluarsa, atau proses pembuatan kurang higienis, atau proses pengolahan kurang memperhatikan kebersihan,” ungkap Indah, lewat situs resmi umm.ac.id edisi 18 Januari 2024.
Orang dewasa dengan daya tahan tubuh yang baik mungkin bisa lebih kuat menghadapi zat asing penimbul penyakit dari makanan. Tapi, berbeda dengan bayi, lansia (65 tahun ke atas) dan orang dengan imunitasnya rendah. Keracunan makanan dapat menyebabkan efek negatif dan bahkan fatal.
Indah memaparkan, gejala keracunan makanan secara umum adalah pusing, lemas, mual, muntah, dan diare. Jika mengalami hal ini, penanganan awal yang dapat dilakukan adalah memastikan semua makanan yang terpapar bakteri tersebut keluar dari tubuh.
“Tubuh secara otomatis mempunyai mekanisme untuk mengeluarkan zat yang tidak seharusnya ada di dalam tubuh. Proses pengeluaran ini harus didukung dengan minum air banyak, istirahat cukup. Saat gejalanya mulai reda, sebaiknya tidak makan makanan yang iritatif (bersifat mengganggu). Sebaiknya, konsumsi makanan sejenis roti atau crackers terlebih dahulu,” paparnya.
Untuk pasien yang tidak bisa mentoleransi rasa mual, salah satu terapi farmakologi adalah pemberian obat anti mual. Namun, harus diingat, mual dan muntah adalah proses pengeluaran bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Maka hal itu umum terjadi.
Indah menekankan, kasus-kasus kematian karena keracunan makanan itu kebanyakan bukan disebabkan oleh bibit penyakitnya, melainkan oleh dehidrasi yang tidak tertolong. Ini terjadi saat tidak adanya pergantian cairan pada tubuh. “Maka dari itu, pastikan untuk menghidrasi tubuh saat ada kasus keracunan makanan.” (dit/wil)


