Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – Pembaca yang budiman, pernahkan Anda tiba-tiba mengalami kondisi sangat cemas disertai oleh gejala fisik dan emosional yang kuat? Antara lain; jantung berdebar luar biasa, tersengal-sengal karena merasa sulit atau sesak bernapas, merasa gemetar, tubuh panas dingin, banyak keringat terutama di tangan atau kaki, merasa takut atau terancam sesuatu yang buruk, perut terasa mual atau kembung, mati rasa atau kesemutan, terutama di tangan atau kaki, pusing atau bahkan sampai pingsan.
Kondisi itu biasa disebut panic attack. Ini bisa terjadi tanpa peringatan, dan berlangsung hanya dalam beberapa menit. Tapi, meski durasinya singkat, serangan panik dapat sangat mengganggu dan menakutkan bagi yang mengalaminya. Beda dengan sekadar kecemasan, panic attack banyak melibatkan fisik yang tak terkontrol.
Jika Anda pernah mengalami, ada baiknya untuk konsultasi pada ahlinya. Bisa ke psikolog atau psikiater. Apalagi jika hal itu terjadi beberapa kali. Orang yang pernah mengalami panic attack sangat mungkin mengembangkan rasa kecemasan terhadap munculnya panic attack berikut yang dapat memperburuk kondisi. Jika beberapa kali mengalami, bisa jadi Anda sudah kena panic attack disorder.
Kabar baiknya, para ilmuwan sudah membuat peta wilayah, neuron, dan koneksi di otak yang dapat memberikan panduan untuk mengembangkan terapi panic attack secara lebih efektif. Para peneliti dari Salk Institute di Amerika Serikat menemukan sirkuit otak yang memediasi panic attack.
Sirkuit ini terdiri dari neuron khusus yang mengirim dan menerima neuropeptida –protein kecil yang mengirimkan pesan ke seluruh otak– yang disebut PACAP (pituitary adenylate cyclase-activating polypeptide). Maka, mereka menetapkan PACAP dan neuron yang memproduksi reseptornya bisa jadi target untuk pengobatan panic attack disorder.
Tim dari Salk Institute ini juga menemukan bahwa dengan menghambat sinyal PACAP maka aliran neuropeptida PACAP terganggu sehingga bisa mengurangi gejala panik. Temuan ini bisa dikembangkan untuk terapi khusus panic attack di masa depan.


