Alat Penangkal Kecoa Berbasis Daun Salam

mepnews.id – Andini Maulidiyah Rachma, Sofia Naisa Hidayat, Misfa Shafwah Zahidah, Amelia Safira Putri Vaturrachma, serta Mochammad Fahd Ali Hillaby, yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Airlangga, berhasil memperoleh pendanaan dari Kemdikbud. Tim yang dibimbing dosen Angga Erlando MEcDev dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini mengajukan proposal ‘NOMOA: Pemanfaatan Senyawa Eugenol dan Sitral pada Daun Salam (Syzygium polyanthum) sebagai Penangkal Kecoa.’

Andini, mahasiswi Ekonomi Pembangunan angkatan 2022 sekaligus ketua kelompok, menuturkan kecoa merupakan hama yang bersifat invasif atau mengganggu. Tempat dengan sanitasi buruk justru mendukung perkembangbiakkan kecoa. Penanganan kecoa cenderung menggunakan insektisida.

Dari kiri ke kanan: Sofia, Amelia, Misfa, Angga Erlando (dosen pembimbing), Andini, dan Hillaby.

“Penggunaan insektisida untuk menangkal kecoa juga berbahaya bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu, kami berinisiatif menciptakan alat penangkal kecoa dari bahan alami. Setelah melalui riset, kami ketahui daun salam memiliki kandungan Eugenol dan Sitral yang dapat menangkal kecoa,” tutur Andini.

NOMOA dapat menjadi peluang besar karena belum ada penangkal kecoa berbahan dasar alami. “Kami memutuskan mengambil peluang tersebut dan membuat market baru,” imbuh Andini saat wawancara 10 September 2022.

“Keunggulan produk kami; (1) memiliki aroma segar dan tidak menyengat, (2) tidak menimbulkan efek berbahaya terhadap kulit maupun indra penciuman, (3) terjamin higienis dan aman sebab pengaplikasiannya tidak bersentuhan langsung dengan tangan, serta (4) tidak menghasilkan residu karena produk berbentuk gel,” jelasnya.

NOMOA terbagi menjadi dua bagian; tabung gel dan plunger (alat pendorong). Sebelum digunakan, konsumen harus merakit tabung gel dengan plunger. Setelah itu, konsumen tinggal mendorong gel kurang lebih 0.5 cm menggunakan plunger di area keluarnya kecoa (floor drain). Setelah digunakan, NOMOA dapat disimpan di tempat kering dengan durasi penyimpanan enam bulan.

Andini menambahkan, timnya akan terus melakukan pengembangan produk. Salah satunya dengan mengembangkan tabung gel berjenis isi ulang refill. Tidak menutup kemungkinan tabung NOMOA diproduksi dengan berbagai ukuran sesuai selera konsumen.

“Masyarakat yang memiliki masalah dengan kecoa bisa terbantu, terutama jika kecoa biasa keluar dari saluran air atau floor drain. Kami pun turut berpartisipasi dalam mendukung SDGs poin keenam clean and water sanitation. Produk yang kami tawarkan tidak hanya berfokus ke keuntungan, tetapi juga ke sosial masyarakat,” imbuhnya.(*)

Facebook Comments

Comments are closed.