Pikiran Tak Sehat Ini Perlu Dihindari

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.idUnhealthy thought atau pikiran tak sehat adalah jenis pikiran yang cenderung negatif, merugikan, dan tidak realistis. Pola pikir ini dapat menyebabkan atau memperburuk masalah emosional, mental, dan bahkan fisik kita. Jika dibiarkan tidak terkendali, ini dapat merugikan kesejahteraan dan kualitas hidup.

Beberapa contoh unhealthy thought yang umum antara lain catastrophizing alias berprasangka buruk yakni mengasumsikan hal buruk akan terjadi tanpa bukti kuat, generalizing alias menyimpulkan sesuatu secara umum berdasarkan satu pengalaman negatif, black-and-white thinking alias melihat sesuatu hanya dalam kategori hitam atau putih tanpa mengakui kompleksitas di antaranya, personalization alias membuat segalanya menjadi tentang diri sendiri meski mungkin ada faktor lain yang berkontribusi, overgeneralization alias menganggap satu kejadian tunggal mewakili pola keseluruhan, mind reading alias mengasumsikan sendiri apa yang dipikirkan orang lain tanpa bukti cukup, emotional reasoning alias mendasarkan keyakinan hanya pada perasaan saat ini tanpa mempertimbangkan bukti atau fakta objektif, hingga self-blaming alias terlalu menyalahkan diri sendiri tanpa mempertimbangkan faktor lain yang mungkin berkontribusi pada masalah atau kegagalan.

Pikiran yang tidak sehat ini bisa memberi dampak negatif signifikan pada kesehatan mental dan fisik kita. Dampak pada kesehatan mental antara lain; kecemasan berlebihan, depresi berat, terlalu sedih, stres, menurunnya harga diri, sulit konsentrasi, tidur terganggu, hingga melakukan isolasi sosial sendiri. Dampak pada kesehatan fisik antara lain; penurunan energi, tiba-tiba merasa lelah, gangguan pencernaan, penurunan sistem kekebalan tubuh, sakit kepala dan nyeri yang tak bisa dijelaskan, hingga gangguan kardiovaskular.

Maka, unhealthy thought perlu segera kita atasi dan ubah menjadi pola pikir yang lebih sehat dan positif. Tapi, ingat, tidak serta-merta perubahan itu bisa datang. Proses ini memerlukan kesadaran, kesabaran, dan latihan secara konsisten. Jika perlu, kita minta bantuan profesional atau praktisi kesehatan mental.

Pertama, kenali dan sadari pola pikir yang tidak sehat itu. Identifikasi jenis-jenis unhealthy thought yang sering muncul di benak kita. Apakah catastrophizing, self-blaming atau lainnya.

Setelah kita mengenali jenisnya, tanyakan pada diri sendiri apakah ada bukti yang mendukung atau bertentangan dengan pikiran tersebut. Kita pertanyakan kebenarannya. Usahakan melihat situasi secara lebih objektif. Cari bukti pendukung pandangan yang lebih sehat dan realistis.

Langkah beriktunya, kita cari alternatif yang lebih sehat. Setelah menantang pikiran negatif, kita ganti dengan pikiran yang lebih sehat dan positif. Cobalah untuk melihat sisi positif dari suatu situasi, temukan bukti untuk mendukung pemikiran positif kita.

Gunakan afirmasi positif sebagai alat untuk mengubah pikiran negatif menjadi lebih sehat. Ucapkan kata-kata positif secara teratur untuk memperkuat keyakinan diri dan pola pikir positif. Kata-kata positif itu bisa diambil dari kitab suci. Atau, pilih sendiri kata-kata yang sesuai kebutuhan. Misalnya, “Saya percaya diri”, atau, “Saya siap menghadapi tantangan”, atau, “Keluarga saya sangat mendukung.”

Cobalah memandang situasi dengan lebih realistis dan objektif. Pahami bahwa kehidupan memiliki nuansa dan kompleksitas. Jangan biasakan membuat kesimpulan berdasarkan satu kejadian atau beberapa pengalaman negatif. Ingatlah bahwa setiap situasi adalah unik dan mungkin tidak mencerminkan pola keseluruhan. Jika cenderung menyalahkan diri sendiri, akui bahwa setiap orang bisa membuat kesalahan dan kita berhak belajar dari mereka. Jangan biarkan kesalahan atau kegagalan mendefinisikan harga diri kita.

Yakin, kita bisa bangkit.

Facebook Comments

Comments are closed.