Tak Mau Bicara di Depan Umum; Mengapa?

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – “Mbak, jangan suruh aku berpidato memberi sambutan. Nanti aku bisa pipis berdiri…” rengek seorang teman beberapa hari menjelang acara perusahaan.

“Loh, kenapa?” tanya saya. “Pipis dulu dong sebelum naik mimbar.”

“Aku takut. Kalau nggak pipis, aku bakal gemetaran dan keringetan.”

“Oalahhh…”

…………

Pembaca yang budiman, rupanya teman saya itu mengalami glossophobia alias takut berbicara di depan umum. Apakah Anda juga? Kalau ya, santai saja. Berarti Anda dan teman saya termasuk 75% populasi dunia yang sama-sama takut berbicara di depan orang banyak. Sampai-sampai, hasil survei R. H. Bruskin Associates menunjukkan 41% responden menyebut public speaking sebagai rasa takut nomor satu –melebihi rasa takut mereka pada malaikat maut.

Pertanyaannya, mengapa orang begitu takut berdiri sendirian di panggung untuk berbicara di depan orang banyak? Tentu ada banyak sekali faktor yang bisa menjelaskannya.

Glenn Croston PhD, biolog penulis buku The Real Story of Risk, berhipotesis bahwa hal berasal dari proses evolusi. Dulu, ketika manusia terancam dimangsa oleh predator besar, berkelompok adalah bertahan hidup dan terpisah atau sendiri dalam bentuk apa pun adalah berarti mati. Mindset ini terbawa hingga kita jadi manusia moderen. Berdiri sendirian di depan ruang penuh orang, otak kita otomatis memunculkan perasaan cemas berlebihan.

Teori lain menyatakan, ketika memasuki kondisi kecemasan sosial (yang umum terjadi saat kita berbicara di depan umum) maka kemampuan kita untuk menangkap ekspresi marah jadi meningkat. Psikolog Matthias Wieser mengukur respons otak peserta penelitian terhadap gambar marah, bahagia, dan netral. Caranya, ia meminta peserta penelitian untuk berpidato. Peserta yang cemas ternyata secara signifikan lebih sensitif terhadap gambar ekspresi marah daripada gambar wajah bahagia atau netral. Jadi, saat kita mulai gugup di podium, perhatian kita cenderung terkunci pada orang yang terlihat marah saja tidak peduli berapa banyak orang lain yang tampak tersenyum atau mengangguk. Kondisi ini membuat kita semakin gugup.

Secara psikologis, takut berbicara di depan umum muncul itu karena kita takut akan penilaian orang lain. Menyadari perhatian banyak orang tertuju pada kita, maka muncul perasaan takut akan dinilai negatif, dikritik, atau dianggap tidak kompeten oleh orang lain. Muncul perasaan khawatir gagal menyampaikan pesan atau menemukan kata-kata yang tepat. Nah, muncullah perasaan tidak percaya diri dan merasa tidak mampu.

Bisa saja, orang punya pengalaman traumatis masa lalu sehingga jadi takut tampil di depan umum. Mungkin seseorang pernah diolok-olok di depan orang banyak. Trauma zaman dulu terbawa sampai sekarang.

Apa pun itu, yang perlu kita tekankan adalah takut berbicara di depan umum itu normal. Santai saja. Bahkan, glossophobia parah bisa diatasi. Resepnya adalah berlatih secara teratur, mempersiapkan diri dengan baik menjelang tampil, menghadapi rasa takut secara bertahap sehingga lebih mudah teratasi, dan mencari dukungan dari orang lain atau dari profesional jika diperlukan.

Facebook Comments

Comments are closed.