Biduk Lambung Ganda untuk Transportasi Wisata Mahakam

mepnews.id – Institut Teknologi Kalimantan, melalui Tim Riset Teknik Perkapalan, memproyeksikan desain biduk untuk wisata di sungai Mahakam. Yang diajukan adalah konsep biduk dengan lambung ganda.

Dikabarkan situs resmi itk.ac.id, riset ini difasilitasi dan didanai LPPM ITK. Tim Riset diketuai Alamsyah ST MT, Rodlian Jamal Ikhwani ST MT selaku dosen Teknik Perkapalan, M. Uswah Pawara ST MSus Sci selaku kepala Pusat Penelitian Bidang Kemaritiman LPPM, Niti Gede Kumandang ST selaku alumni.

Inovasi itu merujuk misi Dinas Pariwisata Kota Samarinda yakni meningkatkan pengembangan destinasi wisata di Samarinda. Tim riset menggagas pembaharuan bus air wisata yang memadai dan sesuai standar kelaikan serta keselamatan.

Bus air adalah angkutan penumpang dan barang yang berlayar di sungai-sungai besar, danau, maupun laut. Saat ini, di sungai Mahakam tersedia dua bus air melayani wisatawan yang ingin mengeskplore keindahan. Namun, bus air itu belum memenuhi standar keselamatan dan kelaiklautan yang memadai.

Bus Air yang digagas ITK diproyeksikan dapat beroperasi di Sungai Mahakam untuk kegiatan wisata sungai. Juga didesain untuk menjumpai lumba-lumba air tawar (pesut etam) yang kini sudah mulai jarang ditemui.

Bus Air ini menggunkan konsep lambung ganda dengan panjang 13,5 m, lebar 5 m, dan tinggi 1,4 m. Mampu mengangkut 80 orang dengan rincian delapan awak dan 70 penumpang. Desainnya terdiri dari geladak kamar mesin, geladak akomodasi utama (main deck) dengan konsep indoor dan outdoor, geladak akomodasi kedua (tween deck) dengan konsep indoor, geladak atas (top deck) dengan konsep outdoor, dilengkapi fasilitas bersantai untuk penumpang.

Lambung jenis katamaran memiliki stabilitas lebih baik dibandingkan perahu berlambung satu. Pengaruh katamaran dua lambung dapat memecah gelombang maupun arus keolengan kapal. Lebar katamaran juga menjadikan perahu lebih stabilitas sehingga memungkinkan mengangkut beban berat dari berbagai sisi. Katamaran mempunyai garis air lambung sangat ramping untuk memperoleh hambatan rendah.

Tim peniliti berharap penerapan teknologi konsep baru bus air dengan lambung katamaran yang beroperasi di Mahakam dapat menjadi solusi dan jaminan terkait keselamatan wisatawan domestik dan mancanegara. Kekhawatiran faktor kapal terbalik menjadi lebih kecil sehingga penumpang merasa lebih aman.

Facebook Comments

Comments are closed.