Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – Manusia adalah mahkluk sosial. Homo homini socius. Hidup seorang manusia akan lebih mudah jika berhubungan dengan manusia lainnya. Saling peduli, saling tolong, saling menghidupkan. Mengajari anak untuk peduli bisa menjadi bekal sangat bagus untuk kehidupan sosialnya di masa datang.
Pembaca yang budiman, pengajaran tentang kepedulian ini harus dilakukan oleh orang tua di rumah, oleh guru di sekolah, dan oleh siapa saja di masyarakat. Tapi, kali ini saya mau membahas khusus yang oleh orang tua.
Meski makhluk sosial, ada sifat individualistik pada setiap manusia. Satu pepatah Latin menyebutkan, “Homo homini lupus est.” Artinya kira-kira “Manusia adalah serigala bagi sesama manusia lainnya.” Maka, orang tua perlu mengikis sifat serigala ini pada anak.
Memberi tahu anak untuk peduli itu baik. Tapi, akan lebih baik lagi jika orang tua juga mengajak anak untuk peduli. Untuk yang terakhir ini, perlu keteladanan. Kalau orang tua punya perilaku peduli, anak akan mencontoh untuk ikutan peduli.
Diperlukan lebih banyak pelatihan daripada sekadar memerintah anak untuk peduli. Lebih-lebih, sangat banyak konten di medsos yang justru lebih mendewa-dewakan sifat serigala yang saling memangsa daripada sifat manusia yang saling peduli.
Untuk itu, kita jangan pernah lupa mengajari anak bahwa kepedulian itu penting. Peduli pada anak/orang/makhluk lain itu urusan dunia dan akhirat sekaligus. Dengan pengajaran yang tepat, anak akan memiliki cara pandang yang benar tentang peduli.
Lalu, tunjukkan perbedaan secara positif. Tunjukkan pada anak bahwa setiap anak/orang/makhluk pasti berbeda bahkan meski kembar identik. Ada yang cantik, tapi ngomongnya belepotan. Ada yang kaya, tapi punya gangguan jantung bawaan. Ada yang gampang tersenyum meski bajunya kumal. Ajarkan bahwa peduli itu berarti saling melengkapi kekurangan yang lain, bukan malah menghina kekurangan yang lain.
Yang lebih penting, tunjukkan empati dengan teladan agar anak tahu wujud kepedulian secara langsung. Misalnya, merawat anggota keluarga di rumah bisa menjadi cara bagus untuk mencontohkan pada anak tentang pentingnya merawat orang lain. Anak dapat belajar dengan melihat teladan empatik kita terhadap orang yang membutuhkan.
Kemudian, latih kepedulian anak dengan kegiatan kebaikan yang menyenangkan. Misalnya, libatkan anak ke dalam aktivitas relawan sosial. Saat melihat anak-anak lain di rumah penampungan yatim-piatu, rundingkan dengan anak tentang apa yang bisa disumbangkan. Kalau misalnya anak punya banyak pakaian yang kekecilan atau mainan, ajak dia untuk mengumpulkannya lalu menyerahkan ke panti.


