Oleh: Esti D. Purwitasari SPsi MM
mepnews.id – Dr Dorothy Rich, pada akhir abad lalu, mengembangkan konsep MegaSkill. Ini adalah ketrampilan dasar untuk belajar hidup. Skill ini sifatnya sangat mendasar dan bisa menjadi mesin penggerak internal bagi pembelajaran.
Ia merinci MegaSkill itu adalah; confidence (percaya pada diri sendiri), motivation (bisa menggerakkan diri untuk melakukan sesuatu), initiative (inisiatif alias prakarsa alias mau ambil tindakan sendiri tanpa disuruh), effort (punya upaya untuk mewujudkan sesuatu), responsibility (bertanggung jawab atas yang dikerjakan), perseverance (gigih menjalankan tugas sampai tuntas), caring (peduli pada sekitarnya), common sense (punya nalar yang wajar), problem solving (bisa menyelesaikan masalah), focus (bisa memusatkan perhatian pada yang dikerjakan), dan respect (bisa menghormati dan menghargai orang lain).
Para pembaca yang budiman, kali ini saya lebih fokus pada skill tentang fokus dulu. Lainnya akan saya bahas belakangan.
Di jagad digital sekarang ini, tampaknya mustahil menyelesaikan tugas paling sederhana sekalipun dalam keadaan fokus tanpa gangguan dari berbagai hal. Suaa ‘ting’ dari grup WA, kiriman video dari orang tersayang, hingga godaan hati untuk memberi komen di Instagram atau Twitter. Belum lagi gangguan dari jagad nyata yang mengganggu pikiran.
Penelitian menunjukkan, rentang perhatian kita menyusut seiring kemajuan teknologi. Profesor Gloria Mark, psikolog di Universitas California, dan penulis buku Attention Span: A Groundbreaking Way to Restore Balance, Happiness and Productivity menemukan, kita menghabiskan rata-rata hanya 47 detik di layar sebelum mengalihkan perhatian ke tempat lain. Begitu perhatian kita terganggu, butuh waktu hingga 25 menit untuk kembali fokus ke tugas awal .
Lalu, bagaimana caranya agar tetap fokus di antara gangguan yang terus-menerus?
1. Niati dengan tulus atas semua tindakan.
Niat dalam alam bawah sadar akan sangat mempengaruhi alam sadar sehingga bisa mendorong tindakan Anda. Saat tergoda untuk melirik Twitter atau Instagram tanpa tujuan, tanyakan pada alam bawah sadar. Apakah perlu? Menjadi lebih sadar akan membuat Anda kembali fokus ke pekerjaan atau tugas.
2. Biasakan berpikir ke depan.
Saat memiliki keinginan beralih ke situs lain, pikirkan tentang dampaknya terhadap apa yang Anda kerjakan hari ini. Apakah Anda nanti harus melekan hingga tengah malam? Atau bahkan harus lembur akhir bulan? Pertimbangkan apakah gangguan jangka pendek itu sepadan dengan pengorbanan di waktu depan.
3. Bersihkan lingkungan dari potensi gangguan.
Ini mungkin tampak sederhana, tetapi meninggalkan ponsel di ruangan lain dapat memberi Anda ruang untuk lebih fokus pada tugas di depan Anda. Jika memungkinkan, cobalah mencari tempat yang tenang untuk bekerja tanpa kebisingan dari lingkungan sekitar.
4. Gunakan media sosial secara strategis.
Jangan buka medsos jika tanpa tujuan. Fokus pada pesan-pesan orang tertentu atau yang terkait pekerjaan, jangan yang hoaks atau desas-desus. Ini akan menjadi interaksi sosial yang jauh lebih bermakna daripada sekadar menuruti godaan untuk menelusuri feed Anda.
5. Beristirahatlah secara proaktif.
Kembangkan pemahaman yang baik tentang tingkat daya kognitif Anda. Kalau benar-benar capek, istirahatlah. Sekadar jalan di luar kantor bisa meredakan pikiran. Peregangan badan di dalam ruang pun bisa. Bahkan, aktivitas sederhana dan mudah seperti membersihkan meja dapat menyegarkan tenaga fan pikiran.
6. Jaga jadwal tidur teratur.
Jangan sampai kekurangan tidur yang berkualitas. Ketika hutang tidur terakumulasi, kemampuan untuk mengatur diri sendiri pada hari berikutnya juga menurun. Maka, tidur yang nyenyak secara teratur dapat membuat dunia Anda lebih segar dan otak makin fokus.
Tentu saja, ada lebih banyak cara lagi yang bisa diterapkan masing-masing individu. Yang enam di atas hanyalah hal-hal umum.


