Beri Contoh, Maka Anak Bakal Ikutan Respek

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Respek bisa dikatakan salah satu life skill (kecakapan hidup) yang akan sangat bermanfaat saat anak menjalani hidup dewasa di antara sesama makhluk sosial. Sikap respek itu terpuji, dan akan membuat anak bisa hidup berdampingan secara damai dengan anak/orang lain.

Tapi, apa itu respek?

Para pembaca yang budiman, respek itu kira-kira berarti menghormati atau menghargai seseorang yang telah melakukan sesuatu yang mengesankan. Itu juga menyiratkan arti memberi perhatian atau menunjukkan kepedulian pada orang lain.

Rasa menghargai atau menghormati ini tidak bisa dipaksakan. Artinya, kita bisa saja menghargai seseorang tapi jangan langsung berharap orang lain mengharai kita. Rasa ini muncul dari dalam hati, sehingga kita tidak bisa memaksa seseorang untuk menghormati.

Sangat mudah menjelaskan definisi respek pada orang dewasa. Tapi, bagi anak terutama yang masih balita, definisi respek itu sangat abstrak dan kadang rumit. Maka, menjelaskan respek pada anak harus melibatkan contoh lebih nyata daripada sekadar memberi definisi.

Belakangan ini, sangat banyak konten di media sosial YouTube, video game, dan sejenisnya tampak lebih mengagungkan cara hidup marah, kasar, tidak sopan, tidak menghargai orang lain. Tak pelak, orang tua atau guru harus bekerja lebih keras untuk mengajari anak bersikap hormat.

Berikut ini, beberapa tips yang bisa dipakai untuk mendorong anak jadi lebih respek pada anak/orang lain.

  • Tunjukkan, jangan cuma katakan

Menjelaskan rasa hormat pada anak bukanlah tugas mudah. Kita harus mulai dari diri sendiri, sehingga anak bisa melihat lalu meniru apa yang kita lakukan. Jangan lupa; anak itu seperti spons. Anak bisa menyerap apa saja yang kita katakan atau lakukan; termasuk tentang rasa hormat atau tidak hormat. Maka, kita harus bisa mengontrol ucapan dan perilaku agar bisa menjadi panutan perilaku hormat dan sopan santun untuk anak-anak.

  • Beri contoh nyata

Saat anak-anak tumbuh, bicarakan tentang bagaimana cara yang patut untuk memperlakukan anak/orang lain. Untuk kata-kata, coba fokuskan pada “Ya, Bu,” atau “Ya, Pak,” untuk berkomunikasi, lalu, “Tolong,” saat meminta sesuatu, dan “Terima kasih,” saat mendapat bantuan. Untuk tindakan, tunjukkan cara tersenyum saat melihat anak/orang lain melakukan sesuatu dengan baik. Untuk memuji, tunjukkan cara fisik misalnya menepuk bahu teman.

  • Ajarkan hukum timbal balik

Jelaskan pentingnya menghormati anak/orang lain sehingga dia nanti juga akan dihargai anak/orang lain. Paham akan hukum timbal balik akan menjadi keterampilan yang dibutuhkan dalam semua aspek kehidupan. Ajarkan anak untuk sabar menunggu giliran berbicara sehingga ia terdorong untuk mendengarkan dengan penuh hormat. Ajarkan anak menunggu giliran bermainan agar ia bisa mengembangkan sikap sabar dan hormat. Jika sudah punya sikap hormat dan sabar, maka suatu saat nanti anak/orang lain akan balas menghargainya.

  • Beri pujian saat ia menghargai anak/orang lain

Ketika anak menunjukkan perilaku yang baik, menunjukkan rasa hormat, atau menghargai anak/orang lain, maka berikan pujian khusus. Pujian dari orang tua, guru, atau orang dewasa akan membuat anak belajar bahwa perilakunya baik dan positif. Maka, ia akan mengulangi pada kesempatan serupa pada waktu mendatang.

 

Facebook Comments

Comments are closed.