MEPNEWS.ID – Cabai adalah bagian penting dalam sebagian besar makanan di India, begitu juga dengan di Indonesia.
Bagi penggemar pedas, rasanya makanan akan terasa hambar jika tanpa cabai.
Namun bukan berati mereka yang menyukai cabai lantas tahan dengan rasa pedas dan panas itu.
Mungkin merasa agak sulit untuk menikmati makanan yang pedas, Anda terus-menerus meraih segelas air untuk melegakan lidah dan tenggorokan akibat pedasnya cabai.
Melalui unggahan instagram, Chef Sanjeev Kapoor asal India membagikan tip dapur menarik.
Lihat postingan ini di Instagram
Dalam sebuah video, ia menunjukkan cara mengurangi pedasnya cabai, terutama cabai merah kering.
Koki ini menjelaskan bahwa pertama-tama seseorang harus mematahkan batangnya dan kemudian membiarkan bijinya rontok.
Karena cabai kering itu bijinya akan mudah rontok, maka biarkan keluar seperti yang ditampilkan di video itu.
Kapoor menambahkan, biji cabai tidak perlu dibuang karena banyak manfaatnya.
Anda bisa menyimpannya di dalam toples untuk sewaktu-waktu menanam tanaman ini, misalnya.
Dia juga menyebutkan bahwa capsaicin adalah zat kimia yang ada dalam cabai yang membuat cabai menjadi pedas.
Ini bisa menjadi iritasi bagi manusia, menyebabkan sensasi terbakar di jaringan apa saja yang bersentuhan dengan cabai.
Beberapa teori mengatakan asal muasal cabai diketahui berasal dari negara bagian Amerika Selatan.
Artikel yang diterbitkan oleh The Conversation menyatakan bahwa ketika kita memakan pedas, capsaicin akan merangsang reseptor di mulut kita, yang disebut reseptor TRPV1, dan kemudian memicu reaksi pedas.
Tujuan TRPV1 adalah termoresepsi, pendeteksian panas, yang berarti bahwa mereka seharusnya menghalangi kita untuk mengonsumsi makanan yang gosong.
Awal tahun ini, Gregory Foster dari AS menjadi orang tercepat yang memakan tiga cabai carolina reaper, yang dianggap sebagai cabai terpedas di dunia, dalam hitungan 8,72 detik.
Dia berhasil memecahkan rekor terbaik sebelumnya 9,72 detik yang dipegang oleh Mike Jack dari Kanada. (*)


