Listening Skill yang Penting Tapi Kurang Dilatih

Oleh: Teguh Wahyu Utomo

mepnews.id – Jika ada satu keterampilan komunikasi yang Anda harus kuasai, maka lebih dulu kuasailah ketrampilan mendengarkan. Setelah itu, pelajari ketrampilan untuk memahami, dan kemudian ketrampilan untuk membicarakan. Pendeknya, optimalkan telinga dulu kemudian mulut.

Orang dewasa menghabiskan rata-rata 70% dari waktu non-tidur mereka untuk terlibat dalam proses komunikasi. Dari jumlah tersebut, penelitian menunjukkan rata-rata 45% dihabiskan untuk mendengarkan dibandingkan dengan 30% berbicara, 16% membaca, dan 9% menulis.

Artinya, lebih banyak waktu untuk telinga daripada mulut. Oleh karena itu, ada baiknya meluangkan waktu ekstra untuk memastikan Anda trampil mendengarkan secara efektif.

Mengapa harus jadi pendengar yang baik? Karena, orang terlalu banyak omong itu bisa menjengkelkan.

Banyak orang suka berbicara tentang diri mereka sendiri, tentang apa yang telah mereka lakukan, tentang kesehatan mereka, ide-ide mereka, dan lain-lain. Saking sukanya, sampai-sampai mereka tidak membiarkan orang lain membuka mulut.

Bagus lah jika ada orang yang pandai berbicara. Tapi, jika terlalu mendominasi, dan berbicara terlalu banyak tentang diri sendiri, maka orang lain akan cepat muak dengan egosentrisitas mereka.

Ingat, percakapan itu aktivitas dua arah. Jika seorang mendominasi percakapan, bisa jadi ia merasa senang karena bisa menarik semua perhatian. Tapi, ini bukan ceramah, bukan khotbah, tapi percakapan. Akibatnya, sangat mungkin ia akan dihindari orang lain di lain waktu.

Maka, sebagai penyeimbang, silakan saja jadi pembicara yang baik, tapi juga jadilah pendengar yang baik.

Mengapa harus jadi pendengar yang baik? Karena bisa mendengarkan itu banyak manfaatnya.

Pertama, dengan mendengarkan maka Anda belajar tentang orang lain dan bisa mengembangkan pemahaman. Ini bisa menghilangkan penilaian awal terhadap lawan bicara. Akibatnya, Anda bisa membuka peluang melepaskan diri dari bias dan kefanatikan.

Kedua, dengan mendengarkan maka Anda bisa menikmati kebersamaan dengan teman, keluarga, atau lainnya. Anda benar-benar ingin tahu apa yang terjadi dalam hidup mereka, dan Anda benar-benar peduli dengan kondisi mereka.

Ketiga, dengan mendengarkan maka Anda bisa terhubung dengan orang lain pada tingkat yang lebih dalam dan lebih bermakna. Ia atau mereka rela mengungkapkan diri kepada Anda, menunjukkan kerentanan mereka, harapan dan ketakutan mereka, kegembiraan mereka, dan lain-lain yang lebih dalam.

Lebih mendasar, mendengarkan bisa membuat Anda ‘menjadi manusia’. Dengan mau mendengarkan, Anda membuka diri secara mental dan emosional pada orang lain. Ini bisa membuat Anda bisa bersimpati dan berempati terhadap kekhawatiran dan kebahagiaan mereka.

Nah, sangat penting bukan? Karena itu, ayo kita asah listening skill. Kita tingkatkan ketrampilan mendengarkan agar kita menjadi komunikator yang lebih baik.

Facebook Comments

POST A COMMENT.