Tips Hindari Gula Berlebih pada Makanan Kemasan

mepnews.id – Di tengah banyaknya makanan dan minuman kemasan yang dapat secara instan dinikmati, masyarakat modern harus tetap berhati-hati menjaga pola konsumsi. Hal ini lantaran konsumsi kandungan gula harus tetap dibatasi untuk menjaga kesehatan.

Lailatul Muniroh

Lailatul Muniroh SKM MKes, dosen Ilmu Gizi asal Universitas Airlangga (Unair), menyebutkan masyarakat masa kini harus menjadi konsumen yang cerdas. Maka, ia membagikan tips kepada konsumen dalam mengkonsumsi gula.

Salah satu caranya, pahami label pangan yang tertera pada produk makanan atau minuman kemasan. Pemahaman terhadap label dapat membantu konsumen membatasi asupan, utamanya pada kandungan gula, garam dan lemak.

“Label kemasan merupakan alat komunikasi produsen kepada konsumen. Di situ kita dapat menemukan label Informasi Nilai Gizi (ING) atau nutrition facts, jumlah takaran saji yang disarankan, tanggal kadaluarsa, label halal, serta peringatan kandungan bahan alergen,” sebutnya.

Konsumsi gizi harian perlu diperhatikan, termasuk pada gula. Konsumsi gula sebaiknya dibatasi 10 persen dari jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh. “Rata-rata, seseorang butuh asupan dari minuman atau makanan hany 50 gram gula, atau setara 4-5 sendok makan,” jelasnya.

Asupan gula yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menyebabkan ketidakseimbangan tubuh sehingga bisa berrisiko penyakit. “Tidak hanya gula, apa pun yang terlalu banyak atau sedikit dapat berpengaruh kepada kondisi tubuh. Contohnya peningkatan kadar gula darah, peningkatan berat badan yang menimbulkan risiko overweight, serta meningkatkan faktor risiko penyakit lain seperti diabetes melitus tipe 2,” ungkapnya.

Dengan banyaknya pemberitaan mengenai gula dalam makanan dan minuman kemasan, Laila berharap itu dapat meningkatkan awareness masyarakat terhadap kandungan gizi yang dikonsumsi.

Dosen Prodi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) itu juga berpesan bagi masyarakat untuk terus menerapkan gaya hidup sehat.

“Selain konsumsi, kita juga sebaiknya melakukan gaya hidup sehat. Olahraga teratur, porsi makan dan istirahat yang cukup, memanajemen stress, agar metabolisme tubuh dapat berjalan sebagaimana mestinya,” ucapnya. (*)

Facebook Comments

Comments are closed.