Breaking News
- Guru MenulisMengenali Tipe Teman Menurut Dr Kelly Whaling
- NewsSMK Go Global, Polije Latih Calon Pekerja Migran Sawit
- EdukasiKekerasan Terhadap Anak dan Kompleksitas Psikologis Orang Tua
- HeadlineWaspadai Eufemisme Redefinisi Korupsi dalam UU Tipikor
- HeadlineMahasiswa Unair Bikin Smart Glasses Berbasis AI untuk Tunanetra
- LiterasiMenggenggam Mimpi, Menyalakan Lentera Literasi
- NewsTanam 100 Pohon, TEP ITS Ajak Anak-anak Jaga Mata Air Dafala
- HeadlineTurnamen Sepak Bola Rektor Uncen Cup VI Dibuka
- NewsMahasiswa UMJ dan Sobat Air Jakarta Sosialisasikan Fungsi RTB
- HeadlineUnhas Bikin Peta Digital Pala Tomandin Premium di Fakfak
Bakul Dawet Ber-IPK 3,84
mepnews.id – Setamat SMP, tidak pernah terlintas di benak Dimas Landung Dwi Prakoso untuk kuliah. Bahkan, ia tidak tahu apakah bisa melanjutkan ke jenjang SMA. Itu karena keluarganya tidak mendukung dan terkendala keuangan. Maka, Landung memberanikan diri masuk ke pondok khusus yang menampung anak yatim dan duafa. Pondok Pesantren Darul Fatihah Pundong Bantul. “Dengan ikut
Read More

