Liburan Sekolah Koq Malah Manyun?

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – “Lhah, jam segini koq masih tiduran?” saya menyapa ponakan kecil saat menjenguk rumahnya akhir pekan lalu.

Dia merespons dengan senyum kecut dari kamarnya. “Males, Te. Liburan sekolah, gak ada kegiatan.”

“Ya cari atau bikin kegiatan, dong. Biar nggak manyun terus. Kalau manyun terus, cantiknya nanti ilang. Kalau ada kesibukan, kau gak akan sempat manyun.”

………..

Pembaca yang budiman, orang yang sibuk atau punya kesibukan atau menyibukkan diri itu cenderung lebih bahagia daripada yang tidak punya kesibukan. Tentu saja, asal sibuknya tidak keterlaluan. Kalau terlalu sibuk, orang cenderung stress. Ada sejumlah penelitian ilmiah yang membuktikan itu.

Christopher K Hsee dan timnya menyatakan, ada banyak alasan mengapa orang melakukan aktivitas. Ada yang ingin mendapatkan uang, atau ingin terkenal, atau untuk memajukan ilmu pengetahuan. Namun, penelitian mereka menemukan alasan yang lebih dalam. Alasan orang untuk sibuk adalah karena ingin lebih bahagia daripada menganggur.

Ada beberapa alasan mengapa orang sibuk cenderung lebih bahagia. Ketika sibuk, orang memiliki tugas dan tanggung jawab yang harus diselesaikan. Ketika berhasil menyelesaikan tugas, ia mencapai keberhasilan dan tingkat kepuasan yang bisa meningkatkan kebahagiaan. Berhasil melakukan sesuatu yang berarti bisa memberi kebanggaan dan kepuasan pribadi.

Sibuk berarti memiliki jadwal teratur dan terisi penuh. Ketika memiliki hal-hal yang harus dilakukan, orang memiliki lebih sedikit waktu untuk merasa bosan atau merasa terjebak dalam rutinitas monoton. Kegiatan yang beragam dan menantang dapat membuat hidup lebih menarik dan mengurangi risiko merasa tidak berdaya atau tidak berarti.

Sibuk itu berarti menghadapi tantangan dan kesempatan baru. Orang yang sibuk sering terlibat dalam hal-hal yang menarik atau menghadapi tantangan yang memerlukan pembelajaran dan pertumbuhan. Proses belajar dan bertumbuh ini dapat memberikan kepuasan pribadi dan meningkatkan kebahagiaan.

Maka, Hsee menyebut istilah idleness aversion. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kecenderungan manusia menghindari keadaan nganggur atau tidak sibuk. Ini merujuk pada ketidaknyamanan atau resistensi terhadap rasa bosan atau ketidakteraturan dalam aktivitas. Manusia cenderung mencari aktivitas yang memberikan tujuan, makna, atau pengalaman positif. Manusia tidak menyukai situasi tidak produktif atau tidak memiliki tugas yang harus dilakukan.

Jadi, ayo isi liburanmu dengan banyak aktivitas. Jangan cuma tiduran atau rebahan yang bikin kamu manyun, muram, dan sedih. Sibukkan diri dengan apa saja, agar kamu jadi lebih bahagia dan sehat.

Facebook Comments

Comments are closed.