Begini Cara Memikat Perhatian Kucing Menurut Sains

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Sesekali kita membahas psikologi binatang, biar nggak terus soal manusia. Lebih khusus, psikologi kucing. Berdasarkan temuan ilmiah mutakhir.

Saya punya teman pecinta kucing namun mengaku kesulitan membuat kucing-kucing datang padanya. “Pikat pakai makanan, sudah. Tapi Si Oren nggak mau mendekat. Kenapa ya?” tanya dia ke saya.

Saya juga punya ipar yang takut kucing. Tapi, justru kucing-kucing sering datang lalu menggesek-gesekkan badan mereka. “Waktu kecil, saya takut kucing karenambulet di kaki saya. Sampai sekarang masih begitu,” keluh ipar saya.

Mengapa kucing lebih tertarik ke orang tertentu dan tidak terlalu tertarik ke orang lainnya meski sudah diiming-iming makanan? Pembaca yang budiman, para peneliti di Prancis telah menemukan rahasianya; komunikasi audio dan visual.

Pada zaman purba, kucing termasuk hewan liar. Kini, domestikasi kucing, anjing, atau hewan lain membuat mereka menghabiskan lebih banyak waktu bersama manusia daripada bersama jenisnya masing-masing. Kondisi ini telah mengarah pada pengembangan sosio-kognisi hewan terhadap manusia.

Anjing biasanya melihat wajah manusia serta mendengarkan isyarat vokal sebagai cara berinteraksi dengan manusia. Lalu, bagaimana dengan kucing? Bagaimana kucing berinteraksi dengan manusia yang belum pernah ia kenal?

Peneliti Charlotte de Mouzon dari Laboratoire Ethologie Cognition Développement, Université Paris di Nanterre, dan Gérard Leboucher dari EthoCat—Cat Behaviour Research and Consulting Institute di Bordeaux menguji kepekaan kucing terhadap isyarat manusia. Mereka mengeksplorasi apakah penglihatan atau suara yang lebih penting saat kita mencoba memikat perhatian kucing. Teknik panggilan dalam arti yang paling harfiah terhadap kucing pun diuji.

Penelitian dilakukan terhadap 18 kucing domestik (8 betina, 10 jantan) dengan riwayat setidaknya tiga tahun tinggal di kafe kucing. De Mouzon dan Leboucher mencoba empat pendekatan berbeda untuk menarik perhatian kucing: menggunakan isyarat visual, menggunakan isyarat vokal, menggunakan keduanya, atau tidak menggunakan keduanya (sebagai kontrol).

Ditemukan bahwa kombinasi isyarat audio dan visual adalah yang paling mungkin menarik perhatian kucing di jalan pada orang yang memanggilnya.

“Kucing mengembangkan vokalisasi khusus untuk berinteraksi dengan manusia. Kami berhipotesis mereka lebih tertarik mendekati manusia yang terlibat dalam komunikasi vokal dibandingkan dengan komunikasi visual. Ternyata, kucing tidak gampang bekerja sama dengan cara itu,” kata peneliti.

Hasil eksperimen mereka mengungkapkan, kucing berinteraksi secara signifikan lebih cepat dalam menanggapi komunikasi visual dan bimodal (baik visual maupun vokal) dibandingkan dengan isyarat vokal saja. Jika gagal mengenali kucing sepenuhnya, mereka jadi stres dan tak mau berinteraksi.

“Secara keseluruhan, hasil kami menunjukkan bahwa kucing menampilkan preferensi yang jelas untuk isyarat visual dan bimodal yang ditujukan oleh manusia dibandingkan dengan isyarat vokal saja. Temuan kami memberi bukti lebih lanjut untuk munculnya keterampilan sosio-kognitif yang cocok dengan manusia pada kucing. Ketrampilan ini mendukung adaptasi mereka ke ruang yang dibentuk manusia,” begitu mereka menyimpulkan.

Facebook Comments

Comments are closed.