Membaca Bisa Aktifkan Dua Jejaring di Otak

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Saya suka membaca, dan mengajak Anda semua sesering mungkin membaca. Bukan cuma membaca pesan pendek seperti di WA atau nama-nama jalan, tapi membaca yang lebih serius dan mendalam. Antara lain baca buku, novel, penelitian, dan sejenisnya.

Selain menambah informasi, menambah pemahaman, dan menambah kadar intelektual, membaca juga mengaktifkan otak sehingga makin sehat. Membaca termasuk kegiatan yang sangat merangsang otak karena melibatkan banyak area berbeda. Semakin sering membaca, semakin banyak Anda merangsang otak dan semakin banyak koneksi neuron yang terbentuk.

Penelitian terbaru dari UTHealth Houston di Amerika Serikat menunjukkan ada dua jejaring berbeda di lobus frontal dan temporal otak yang menjadi aktif dan bekerja bersama untuk mengintegrasikan makna kata-kata guna memperoleh makna yang lebih tinggi dan lebih kompleks saat kita membaca.

Studi ini dipimpin Oscar Woolnough PhD peneliti postdoctoral di Vivian L. Smith Department of Neurosurgery dan McGovern Medical School di UTHealth Houston, dan Nitin Tandon MD profesor dan ketua ad interim departemen di Fakultas Kedokteran. Hasil penelitiannya diterbitkan di Proceeding National Academy of Sciences (PNAS).

Hasil studi ini membantu kita memahami bagaimana jaringan-jaringan bahasa dalam otak bekerja sama dan berinteraksi untuk memungkinkan kita memahami kalimat yang kompleks. “Bagian-bagian otak kita sangat terhubung satu sama lain. Untuk memahami bahasa, dibutuhkan urutan yang tepat dari proses yang cepat dan dinamis di banyak tempat di seluruh otak,” begitu penjelasan Woolnough.

Bagaimana cara mengidentifikasi interaksi area dalam otak yang terlibat dalam membaca?

Ada sejumlah pasien epilepsi yang jadi relawan penelitian. Lalu, tim peneliti melakukan rekaman otak dengan elektroda di tempat-tempat tertentu melokalisir epilepsi. Kemudian, aktivitas saraf pasien diukur saat mereka membaca tiga bentuk kalimat. Pertama, kalimat biasa. Kedua, kalimat ‘Jabberwocky’ (berdasarkan puisi “Jabberwocky” karya Lewis Carroll) yang menggunakan tata bahasa dan sintaksis benar tetapi mengandung kata-kata tidak masuk akal sehingga menjadikannya tidak berarti. Ketiga, daftar kata-kata atau kata-kata yang sekadar omong kosong.

Dari hasil rekaman, para peneliti bisa mengidentifikasi dua jaringan otak yang berperan penting dalam proses membaca. Satu jaringan melibatkan wilayah lobus frontal otak yang mengirimkan sinyal ke lobus temporal. Ini menunjukkan aktivasi progresif saat seseorang membangun makna kompleks sepanjang kalimat. Jaringan kedua melibatkan wilayah lain dari lobus temporal otak yang mengirimkan sinyal ke area lobus frontal. Ini memungkinkan pemahaman konteks kalimat untuk pemahaman dan pemrosesan yang lebih mudah dari setiap kata baru yang dibaca.

“Hasil penelitian kami memperjelas bahwa sebagian besar proses, yakni pemahaman atau pembuatan bahasa, tidak terjadi hanya di satu wilayah otak. Tapi, dicapai oleh banyak area terpisah di otak dengan interaksi yang sangat singkat namun kritis,” kata Tandon, penulis senior hasil penelitian.

Maka, ayo terus membiasakan diri membaca yang serius. Membaca secara teratur, bisa bermanfaat secara kognitif termasuk peningkatan keterampilan verbal, daya ingat, pemecahan masalah, dan konsentrasi. Mengaktifkan otak dengan banyak membaca juga bisa membantu mencegah penurunan kognitif dan penyakit Alzheimer hingga kepikunan pada usia tua. InshaAllah.

Facebook Comments

Comments are closed.