Menemukan dan Mengembangkan Minat Anak untuk Bekal Hidup

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Di rumah Bunga, saya sempat bertemu anak tunggalnya. Vito, yang berusia 12 tahun, saya lihat sedang browsing internet tentang robotika. Lalu ia menonton video tutorial untuk mengendalikan robot. Di sebelahnya, ada beberapa buku manual robotika.

Iseng, saya tanya Vito apa saja yang sudah dia lakukan untuk hobinya itu?

Dia jawab, sudah bisa membangun, merakit, dan mengoperasikan robot. Beberapa bahkan sudah dilombakan meski belum juara. Ia juga sudah mempelajari bahasa pemrograman Python atau C++.

Maka, kemudian saya bisiki Bunga. “Anakmu berminat besar pada robotika. Sepertinya dia punya imaji tentang proyek masa depannya, dan siap bekerja keras untuk mengejar hobinya. Kalau mampu, dukung Vito. Semoga kelak jadi anak hebat.”

Bunga hanya tersenyum, “Hehehe, aku sudah tahu. Tapi, ongkosnya mihilll…”

Saya turut tertawa berempati.

…………

Pembaca yang budiman, salah satu ciri orang tua yang baik adalah segera mengetahui minat dan bakat anak sedini mungkin lalu membantu mengembangkannya sehingga kelak bisa menjadi salah satu bekal hidup. Jika berhasil, anak akan mempunyai passion yang bisa dikejar untuk mengisi hidupnya.

Tapi, bagaimana cara mengetahui minat anak? Bisa dengan tes psikologi. Tapi, orang tua atau pengasuh bisa juga mengamati keseharian anak untuk melihat apa yang diminatinya.

Perhatikan aktivitas yang sering dilakukan anak dengan antusiasme tinggi. Apakah suka mengutak-atik robot seperti Vito? Apakah suka menggambar, membaca buku, atau olahraga tertentu? Aktivitas yang disukai dan gampang dilakukan anak dapat menjadi petunjuk awal minat atau bakat pada bidang tertentu. Untuk mengkonfirmasi, silakan tanya langsung pada anak tentang bidang itu.

Jika anak belum menemukan minatnya, coba pertemukan dengan hal-hal baru yang belum pernah dia coba. Misalnya, sesekali ajak ke laut untuk melihat respons dia terhadap kegiatan outdoor. Perhatikan respons dan reaksi anak pada hal-hal baru. Ketika menunjukkan reaksi positif atau antusiasme, itu bisa jadi indikator ketertarikan pada bidang tersebut. Setelah itu, observasi terus perilakunya terkait minat yang baru ia temukan.

Bisa jadi, minat anak pada suatu bidang dapat berubah seiring perkembangan waktu. Maka, orang tua atau pembimbing perlu melakukan evaluasi berkala dan terus memberikan kesempatan pada anak mengeksplorasi bidang baru.

Langkah berikutnya, orang tua atau pengasuh bisa mengembangkan minat anak untuk membantunya mempersiapkan bekal hidup di masa dewasa. Bagaimana caranya?

Biarkan anak mengeksplorasi berbagai hal terkait minat itu. Berikan dukungan dan dorongan pada anak untuk mengejar minatnya, sebagaimana dilakukan Bunga pada Vito anaknya. Berikan pujian dan penghargaan ketika ia berhasil mencapai tahap berikut atau prestasi tertentu sebagai motivasi dan dorongan positif.

Yang tak kalah penting, datangkan mentor atau guru yang tepat. Arahan dari mentor yang berpengalaman dapat memfokuskan dan mempercepat langkah anak ke arah skill yang dibutuhkan. Bimbingan yang tepat dapat membantu anak memahami lebih banyak bidang yang ia geluti.

Jika gagal, tetap dukung anak. Kegagalan dan rintangan merupakan bagian dari proses belajar. Orang tua dan caregiver perlu mendukung anak untuk belajar dari kegagalan dan memandangnya sebagai peluang untuk tumbuh dan berkembang.

Dengan membantu anak mengembangkan minat, orang tua atau caregiver turut mempersiapkan bekal hidup anak di masa datang. Minat yang kuat pada suatu bidang dapat memberikan kepuasan pribadi, memotivasi diri, meningkatkan kemampuan dan keterampilan, dan membangun kepercayaan diri.

Facebook Comments

Comments are closed.