Oleh: Esti D. Purwitasari SPsi MM
mepnews.id – “Mbak, ada kabar baik dan buruk. Kabar baiknya, aku mendadak dapat promosi. Lingkup wewenangku berkembang sampai seluruh wilayah negeri. Kabar buruknya, aku ragu apa aku bisa mengelola semuanya? Pasti banyak tantangan,” begitu curhat yang disampaikan seorang teman dekat.
Saya jadi teringat kerendahan hati Abu Bakar ash-Shiddiq RA saat mendapat amanah memimpin umat setelah berpulangnya Rasulullah Muhammad SAW. Kalimat pertama yang diucapkan adalah, “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” Kalimat itu juga yang pertama kali diucapkan Umar bin Abdul Aziz saat diangkat menjadi Khalifah pada Bani Umayyah pada 10 Shafar tahun 99 H menggantikan almarhum Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik.
Di zaman sekarang, saat kondisi ekonomi, sosial, politik dan alam, secara makro amat susah diprediksi, rasa keraguan diri para pemimpin tentang kemampuan mereka untuk mengatasi tantangan memang bisa dimaklumi. Perubahan dan ketidakpastian memang telah hadir sejak lama, namun sekarang proses dan kemendadakan terjadinya jauh lebih cepat daripada masa-masa sebelumnya.
Terus, jika Anda dalam posisi sebagai pemimpin, bagaimana cara mengatasi keraguan diri alias self doubt itu?
Ada beberapa cara psikologis yang bisa Anda lakukan untuk membantu mengurangi atau menghilangkan self doubt.
- Yakini, Anda tidak sendiri.
Anda bukan satu-satunya yang menghadapi keraguan diri. Self doubt itu ada di mana-mana dalam berbagai level kepemimpinan. Maka, minta tolong pada Tuhan untuk menguatkan diri. Kemudian, kendalikan tim untuk membantu Anda mencapai tujuan.
- Jangan lagi mengeluhkan kelemahan diri.
Segera hentikan keraguan batin. Ketika sudah sampai ke posisi kepemimpinan saat ini, Anda telah mendapat penilaian atau telah menjalani proses yang cukup layak. Berarti, kemungkinan besar Anda bukan pemimpin yang buruk seperti yang Anda ragukan sendiri.
- Terimalah bahwa Anda memiliki kelemahan
Hadapi saja kenyataan. Anda memang memiliki kelemahan. Anda tidak sempurna. Ada sifat kepemimpinan yang masih perlu Anda kembangkan. Tapi, jangan sampai itu semua membuat Anda ragu. Yakini bahwa proses kepemimpinan tidak pernah berakhir. Kepemimpinan itu bekerja dalam proses. Maka, terus latih keterampilan kepemimpinan Anda saat Anda memimpin. Pahami bidang-bidang yang Anda perlu tingkatkan. Ketika memahami apa yang Anda kuasai dan apa yang harus Anda tingkatkan, saat itu juga Anda mulai tumbuh.
- Buat rencana pengembangan yang realistis
Sama seperti organisasi yang perlu mengembangkan strategi baru untuk terus berkembang, Anda juga perlu membuat rencana tentang bagaimana terus berkembang sebagai pemimpin. Tetapkan target apa yang harus Anda miliki tentang kepemimpinan. Jangan takut menantang diri sendiri untuk berkembang dan tumbuh. Tapi, tetapkan target secara realistis. Ini bisa menjadi penyemangat untuk mendobrak keraguan.
- Ingat dikotomi kontrol
Satu-satunya hal yang Anda kendalikan sepenuhnya secara internal adalah penilaian, keputusan, dan tindakan Anda. Segala sesuatu yang lain tergantung pada keadaan eksternal. Anda dapat mencoba memengaruhi keadaan eksternal, tetapi Anda tidak selalu dapat mengendalikannya.
- Anggap tantangan eksternal sebagai peluang untuk tumbuh
Saat menghadapi tantangan eksternal, jangan melihatnya sebagai daya pembatas tapi lihatlah itu sebagai peluang untuk tumbuh. Fokuskan energi pada apa yang dapat Anda kendalikan. Pimpin diri Anda sendiri, tim, dan seluruh organisasi serta hal-hal lain secara internal lebih dulu. Jika yang internal beres, akan lebih mudah untuk mengatasi tantangan eksternal. Jika bisa, maka Anda, tim, serta organisasi Anda akan jadi lebih kuat untuk tumbuh.
- Bantu anggota tim untuk berkembang
Kepemimpinan bukan sekadar tentang bertanggung jawab, tapi juga tentang menjaga mereka yang di bawah tanggung jawab Anda. Maka, fokuskan energi untuk membantu anggota tim untuk turut berkembang. Anda ada untuk mereka dan memberdayakan mereka. Maka, mereka akan menghargai upaya kepemimpinan Anda. Ini akan membantu mengatasi self doubt Anda.
- Perhatikan umpan balik dari berbagai pihak
Umpan balik itu bahan untuk menilai perkembangan kemampuan diri Anda dalam kepemimpinan. Namun, semua umpan balik tidak akan membuat perbedaan jika Anda tidak menindaklanjutinya. Anda dapat memilih mengoreksi diri dengan bimbingan mentor terbaik, menghadiri kursus/pelatihan kepemimpinan, membaca buku, atau lainnya. Yang pasti, mulailah menindaklanjuti umpan balik sekarang juga.
- Bangun waduk di hari hujan
Kumpulkan email, kartu, atau pesan-pesan lain yang menyatakan penghargaan atas kepemimpinan Anda. Simpan baik-baik untuk referensi cepat jika Anda butuhkan kelak. Bukan untuk ujub. Tapi, ketika perasaan ragu muncul, gunakan ‘waduk rasa syukur di hari hujan’ itu untuk mengingatkan tentang bagaimana Anda mencapai posisi dan kemudian menciptakan nilai-nilai bermanfaat bagi orang banyak.


