Kalau Bisa, Jangan Bentak Anak di Tempat Umum

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – Akhir pekan di tempat perbelanjaan besar, saya lihat seorang anak ngambek dekat sentra mainan. Entah karena apa, si anak tampak mulai tantrum. Pada saat hampir bersamaan, ibunya langsung beraksi. Kata-kata kasar terlontar dengan suara nyaring. Tak pelak, orang-orang di sekitar pun turut kaget.

Saya tidak kenal ibu dan anak itu. Saya juga tidak tahu asal-muasal kejadiannya. Saya juga tak berhak turut campur atas urusan mereka. Namun, saya hanya merasa tak nyaman. Selain membuat orang-orang sekitar menoleh, bentakan ibu di tempat umum bisa mempengaruhi kepribadian anak di masa mendatang.

Pembaca yang budiman, ada banyak cara untuk mendisiplinkan anak. Membentak termasuk cara yang tidak disarankan. Apa lagi membentak di tempat umum. Mengapa? Ada banyak kerusakan mental yang dapat terjadi pada anak-anak akibat bentakan.

Peneliti di University of Pittsburgh dan University of Michigan di Amerika Serikan melakukan penelitian dua tahun. Mereka menemukan ‘pendisiplinan verbal yang parah’ berdampak sangat negatif pada mental anak-anak. Remaja yang pada masa kecilnya sering dibentak orang tua mengalami masalah perilaku termasuk melakukan kekerasan atau kekacauan. Dampak dibentak terus-menerus sama parahnya dengan dipukul.

Penelitian lain menunjukkan, bentakan setidaknya 25 kali dalam 12 bulan dapat berdampak negatif pada mental anak, meningkatkan kemungkinan anak depresi, dan meningkatkan peluang perilaku agresif pada anak.

Tentu, orang tua punya alasan saat membentak anak. Salah satunya, mendisiplinkan anak agar tidak melakukan hal tertentu atau agar menurut perintah orang tua. Namun, menurut saya, jangan asal membentak. Apalagi membentak disertai kata-kata kasar, cacian, bahkan hinaan. Apa lagi membentaknya di tempat umum.

Terus, bagaimana?

Jika berada di tempat umum, ada baiknya untuk membawa anak ke tempat yang lebih sepi, lebih tenang, untuk meminimalkan efek suasana. Jika di rumah teman atau keluarga, bawa anak ke ruang yang lebih privat. Lalu, disiplinkan anak dengan cara verbal yang tidak keras. Ajak bicara tanpa bentakan.

Jika anak berperilaku buruk, mengamuk, atau agresif terhadap orang lain di tempat umum, tak usah dibentak tapi langsung saja bawa pulang. Jangan banyak bicara saat di kendaraan atau dalam perjalanan untuk menghindari keributan. Sesampai di rumah, disiplinkan anak secara verbal.

Ingatkan pada anak tentang perilaku yang Anda harapkan saat ia berada di depan umum. Ini dapat membantu Anda menghindari keharusan mendisiplinkan anak di depan umum. Jika akan bertemu orang, ingatkan anak untuk mengucapkan kata-kata yang baik atau perilaku yang sopan.

Demi anak-anak yang masih kecil, utamanya di bawah usia empat tahun, kita terkadang perlu mengingatkan mereka tentang bagaimana berperilaku di tempat umum. Harap sabar, karena memang sudah kuwajiban orang tua untuk melakukan itu demi sopan santun anak saat ia dewasa kelak.

 

Facebook Comments

Comments are closed.