Oleh: Esti D. Purwitasari
Mepnews.id – “Duh, anak saya nggak mau keluar kamar sejak kemarin. Dia nangis dan takut karena dibuli atas konten yang ia buat,” begitu seorang mamah muda cerita pada temannya.
Temannya menasihati. “Coba ajari anakmu literasi digital. Biar dia paham cara bikin konten, paham rahasia pribadi, paham reaksi netizen.”
“Tapi, literasi digital itu apa?”
Para pembaca yang budiman, salah satu topik hangat belakangan ini adalah literasi digital. Mengapa? Karena era digital saat ini membuat anak-anak tumbuh di jagad yang semakin berteknologi. anak berkembang saat popularitas teknologi dan perangkat teknologis meningkat setiap saat.
Meski kecanggihan teknologi memiliki banyak manfaat, efek buruknya juga sangat banyak. Maka, penting untuk memastikan anak memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menggunakan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.
Sudah waktunya para orang tua, pengasuh, guru, dan orang lebih dewasa lainnya untuk mengajari anak keterampilan literasi digital dasar. Pastikan anak memiliki pengetahuan dasar untuk terlibat dengan aman di jagad internet, menghindari penipuan online, perundungan dan banyak lagi.
Kenyataannya, anak sejak kecil sudah dihadapkan pada berbagai perangkat digital. Mulai dari video game, tablet, hingga smart phone. Maka, anak perlu mengembangkan keterampilan digital dasar untuk memanfaatkan teknologi secara maksimal. Bukannya jadi korban.
Literasi digital itu berkaitan dengan kemampuan anak memahami dan menggunakan informasi dari teknologi digital, antara lain komputer, telepon pintar, dan internet. Ini menjadi keterampilan penting zaman sekarang. Sampai-sampai, Kemendikbud memasukkannya dalam enam literasi dasar, yakni; literasi baca-tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, serta literasi budaya dan kewargaan.
Literasi digital itu lebih dari sekadar mengetahui cara mengoperasikan perangkat; tapi juga tentang memahami bagaimana berbagai perangkat digital bekerja dan bagaimana menggunakannya untuk menyelesaikan tugas. Tak kalah penting; soal etika digital.
Mengembangkan literasi digital melibatkan pembelajaran untuk mengakses informasi, menginterpretasikan data, membuat konten, dan berkolaborasi dengan orang lain secara online.
Anak akan lebih siap berpartisipasi dalam dunia digital jika kita membantunya mengembangkan keterampilan ini. Literasi digital akan memungkinkan anak tetap mengikuti perkembangan teknologi dan mempelajari keterampilan yang diperlukan untuk sukses di dunia yang selalu berubah.


