MEPNEWS.ID – Keterbatasan dalam beraktifitas bukanlah suatu kendala. Keterbatasan yang dialami insan difabel tidak menyurutkan semangat mereka untuk kreatif.
Kreatifitas tidak terbatas, dapat dilakukan oleh siapapun. Hal ini dibuktikan oleh siswa SLB Paedagogia yang di Jalan Bubutan V nomor 14 Surabaya.
Pelatihan dilaksanakan Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya dengan ketua tim Maria Widyastuti dan Stefanus Prabani sebagai anggota.
Para siswa SLB tersebut diajarkan membuat bangku dan meja melalui proses laminasi triplek dan lem epoxy.
Lapisan demi lapisan disusun membentuk satu kesatuan yang utuh. Melalui cetakan melengkung dan proses klem/jepit, akan terbentuk komponen kursi dan meja yang melengkung sesuai dengan desain.

Hasil karya siswa SLB Paedagogia Surabaya saat mengikuti pelatihan. foto: istimewa
Pada kegiatan pelatihan tersebut, sepuluh siswa yang dilatih memiliki keterbatasan tuna wicara dan tuna rungu sebanyak 4 orang, tuna grahita 4 orang, tuna emosional 1 orang dan penyandang down sindrom 1 orang.
Mereka mampu mengikuti dan mempraktekan cara laminasi lapisan triplek dengan lem epoxy pada bidang melengkung.
Selanjutnya dengan menggunakan mesin sander/amplas bidang kasar dari tepi triplek dihaluskan.
Proses mewarnai dilakukan setelah semua komponen telah halus. Pada akhirnya dilakukan perakitan komponen menjadi kesatuan yang utuh membentuk bangku dan meja.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui Program Insentif Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Dengan MBKM berbasis Kinerja IKU Bagi PTS Tahun 2022, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, Dan Teknologi – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi.

Para siswa SLB Paedagogia Surabaya saat mengikuti pelatihan ketrampilan dalam pendampingan UKDC Surabaya. foto: istimewa
Pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua minggu dari tanggal 5 hingga 16 Desember 2022.
Keterlibatan mahasiswa Mei, Maria, Yohanes dan Jurnei dalam kegiatan ini memberi pendampingan kepada siswa dalam melaksanakan semua tahapan kerja.
Sementara siswa Arif, Zain, Dafa, rahmad Galih, Dini, Ikhwan, Zeva, Rendy dan Nikita terlihat ceria saat mengetahui kursi dan meja yang mereka buat telah jadi.
Ternyata mudah dan mampu dikerjakan oleh insan difabel dengan hasil yang kreatif dan inovatif.
Ternyata siswa SLB Paedagogia bisa kreatif, hal ini diakui oleh kepala sekolah Ibu Sofia, guru pendamping Ibu Yuli dan Ibu Ifah serta guru lain yang mendukung kegiatan tersebut hingga akhir (Stefanus Prabani/Maria Widyastuti)


