UKDC Surabaya Lakukan Pendampingan Managemen Keuangan dan Digitalisasi UKM Prigen Pasuruan
MEPNEWS.ID | PASURUAN – Desa Dayurejo, merupakan desa yang mempunyai potensi hasil pertanian seperti pisang, nangka, singkong dan umbi-umbian.
Di desa yang berada di Kecamatan Prigen Pasuruan ini ada salah satu Usaha Kecil Menengah (UKM) pengrajin olahan kripik buah-buahan, yaitu Ibu Sami yang memproduksi kripik pisang, nangka, ubi talas dan singkong.
Pada awal produksi, kripik Ibu Sami masih dikelola secara manual dengan pemasaran yang masih terbatas, yaitu pada warung atau café di desanya saja.
Pengerjaan secara manual dan tradisional tersebut, membuat Ibu Sami sulit memprediksi laba yang diperolehnya sebab perencanaan produksi dan jual juga sulit.
Menjelang akhir November 2022, Direktorat Jenderal Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Dirjenristekdikti) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bekerja sama dengan kampus swasta.
Yakni Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC) memberikan insentif pengabdian masyarakat yang terintegrasi dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka atau MBKM, berbasis kinerja, yaitu indikator kinerja utama (IKU) bagi perguruan tinggi swawta (PTS) tahun 2022.

Salah satu pengolahan kripik milik Ibu Sami di Desa Dayurejo, Prigen Pasuruan. foto: istimewa
Adapun tim pelaksana pelaksana pengabdian masyarakat terdiri atas tiga (3) dosen dengan disiplin ilmu yang berbeda dan empat (4) mahasiswa.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimaksudkan untuk mendukung pelaksanaan MBKM yang bertujuan untuk melaksanakan IKU ke-3, yaitu dosen berkegiatan di luar kampus, IKU ke-5, yakni pemanfaatan hasil kerja dosen, serta IKU ke-2 adalah mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus.
Pelaksanaan pengabdian ini selama hampir satu bulan, tepatnya sejak tanggal 26 November sampai dengan tanggal 23 Desember 2022.
Kegiatan pengabidan masyarakat dengan dana hibah dari Dirjenristekdikti ini difokuskan untuk pendampingan pencatatan keuangan agar UKM mampu merencanakan keuangan dari modal yang dibutuhkan sampai dengan pencapaian laba yang diharapkan dari usahanya tersebut.
Di samping itu, kegiatan ini juga mendampingi Ibu Sami dengan memberikan pelatihan untuk membekali kemampuan memasarkan kripik secara digital melalui saluran media sosial serta promosi agar usahanya mempunyai brand yang dikenal.

Pelatihan di salah satu pengolahan kripik milik Ibu Sami di Desa Dayurejo, Prigen Pasuruan. foto: istimewa
Sebagaimana telah dijelaskan di atas bahwa tujuan kegiatan ini adalah pertama, untuk memberi bekal perencanaan keuangan terkait kemampuan mengelola keuangan.
Kedua, UKM mampu mempromosikan dan memasarkan produksinya (dalam hal ini adalah kripik) secara digital melalui saluran media sosial. Ketiga, membekali pemahaman penggunaan alat teknologi modern termasuk kenyamanan saat bekerja agar produksi dapat lebih maksimal.
Terkait pengeringan kripik, selama ini dilaksanakan secara manual dengan diangin-anginkan memakai kipas angin.
Pengeringan secara manual tersebut berdampak pada kualitas kerenyahan kripik. Juga mempengaruhi kuantitas produksi.
Untuk itu diperlukan teknologi agar kripik cepat kering, berkualitas, dan dapat memproduksi dalam jumlah yang banyak.
Alat teknologi tersebut merupakan alat teknologi modern berupa mesin Spinner dan Sealer. Dengan demikian dalam pengabdian ini sekaligus dilaksanakan pelatihan penggunaan mesin tersebut.
Kegiatan pengabdian masyarakat sudah berjalan dengan baik, dan alat yang diperlukan sudah dibeli serta sudah diserahkan.
Pendampingan juga sudah dilakukan, sehingga untuk masa yang akan datang, Ibu Sami diharapkan secara lancar merencanakan dan mengelola keuangannya dengan lebih baik.
Selain itu juga mampu mempromosikan dan memasarkan produk kripiknya melalui media sosial, dan bisa memproduksi kripik lebih banyak lagi karena Ibu Sumi telah lancar menggunakan mesin Spinner dan Seale-nya. (Lusy, Y Budi Hermanto, David Andrian)
Facebook Comments