ITS Bekali Siswa SMK Pengoperasian Mesin CNC

mepnews.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memberi pelatihan dasar pengoperasian mesin Computer Numerical Control (CNC) pada sejumlah siswa SMK pada 29-30 Oktober 2026. Program Pengabdian Masyarakat (abmas) ITS ini membekali peserta keterampilan pemesinan modern guna tingkatkan kesiapan kerja di industri manufaktur.

Mohammad Khoirul Effendi ST MSc Eng PhD, ketua tim pelaksana abmas,  menjelaskan pelatihan ini untuk menjembatani kesenjangan antara teori pemesinan dan praktik nyata di industri. Program pembelajaran manufaktur ini berfokus pada pengoperasian mesin CNC Turning TU-2A (2-Axis) dan CNC Milling TU-3A (3-Axis).

“Penguasaan teknologi CNC menjadi kebutuhan dasar dalam ekosistem manufaktur modern,” kata ia dikutip situs resmi its.ac.id.

Para peserta diajak memahami alur kompetensi secara bertahap. Pertama, mendapat pemahaman mengenai prinsip dasar teknologi CNC, lalu materi yang mencakup pembacaan gambar kerja, dasar pemrograman, sistem koordinat mesin, hingga prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Setelah pembekalan teori, peserta diarahkan untuk merancang dan menyimulasikan proses pemesinan menggunakan perangkat lunak Mastercam. Peserta mempelajari pembuatan model tiga dimensi sekaligus menguji program sebelum diterapkan pada mesin. Tahapan simulasi ini diperlukan untuk meminimalkan risiko kesalahan pemrograman yang dapat menyebabkan kerusakan mesin.

Selanjutnya, peserta mempraktikkan pengoperasian mesin secara langsung di Laboratorium Rekayasa Produksi di Dpartemen Teknik Mesin ITS. Dengan pendampingan dosen dan mahasiswa, peserta mempelajari program dasar, mengatur posisi pahat, menyimulasikan pergerakan mesin, hingga menjalankan proses pemesinan. Praktik ini menjadi sarana bagi peserta untuk menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh selama sesi pembekalan.

Khoirul menegaskan, pelatihan ini tidak semata-mata untuk mempersiapkan siswa SMK memasuki dunia kerja. Pengenalan teknologi dan fasilitas laboratorium juga dapat membuka wawasan peserta mengenai peluang melanjutkan pendidikan. Dengan demikian, siswa diharapkan semakin termotivasi mengembangkan kompetensi melalui pendidikan perguruan tinggi.

Lewat perpaduan pembelajaran teori, simulasi, dan praktik langsung, Dosen Departemen Teknik Mesin ITS ini berharap peserta dapat meningkatkan pemahaman serta kepercayaan diri dalam mengoperasikan mesin CNC. Kompetensi ini diharapkan menjadi bekal menghadapi uji kompetensi keahlian maupun tuntutan keterampilan di industri manufaktur. (Naurah Fitri)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.