mepnews.id – KSR PMI Unit Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) berpartisipasi dalam Latihan Gabungan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) dan Simulasi Kesiapsiagaan Bencana pada 16 September 2026 di Serang, Banten.
Dikabarkan situs resmi untirta.ac.id edisi 2 Oktober, SIBAT adalah kelompok relawan PMI dari masyarakat setempat dan berperan dalam membangun kesiapsiagaan serta kapasitas menghadapi bencana. KSR PMI Unit Untirta mendelegasikan dua relawan
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel gabungan, kemudian Webinar Cerita Sukses SIBAT Nasional serta GEMPARkan Banten (Gerakan Membersihkan Parit dan Selokan) bersama BPBD Provinsi Banten. Para peserta mengikuti materi dan pelatihan mengenai Manajemen Dapur Umum, EVCA (Enhanced Vulnerability and Capacity Assessment), Pemetaan Risiko (Risk Mapping), serta Surveilans Berbasis Masyarakat dan Manajemen KLB.
Ketua PMI Provinsi Banten, Hj Ratu Tatu Chasanah SE MAk, menyampaikan pembentukan dan penguatan relawan SIBAT penting dilakukan mengingat sejumlah wilayah di Banten memiliki potensi bencana yang beragam.
“Di Banten, di beberapa kecamatan tiap kabupaten dan kota ada macam-macam potensi bencana. Di Lebak ada banjir dan longsor. Pandeglang, Serang dan daerah lainnya memiliki potensi bencana,” ujar Ratu Tatu.
Pemetaan BPBD Banten dan PMI menunjukkan sejumlah kecamatan dan desa memiliki risiko bencana. Karena itu, desa perlu memiliki kelompok masyarakat yang memahami karakteristik dan potensi bencana di wilayahnya.
KSR PMI Unit Untirta menyampaikan terima kasih kepada PMI Provinsi Banten, PMI Kota Serang, BPBD Provinsi Banten, serta seluruh pihak yang telah menyelenggarakan dan mendukung kegiatan Latihan Gabungan SIBAT dan Simulasi Kesiapsiagaan Bencana 2026.
Bagi KSR PMI Unit Untirta, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi bagian dari proses belajar dan pengabdian relawan untuk terus hadir dalam upaya membangun masyarakat yang lebih siap, tanggap, dan peduli terhadap risiko bencana.



POST A COMMENT.