KKN UMY Jangkau Ujung Indonesia hingga Mesir dan Malaysia

mepnews.id – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menerjunkan 1.818 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 dalam sembilan skema program. Seremoni Penerjunan KKN digelar pada 28 Juli 2026 di Lapangan Upacara Kampus Terpadu UMY, saat sebagian peserta telah diberangkatkan lebih dahulu ke lokasi pengabdian.

Dikabarkan situs resmi umy.ac.id, KKN periode ini mengusung tema ‘Pengabdian Berbasis Kompetensi untuk Masyarakat Berdaya’ dengan semangat ‘Aksi Nyata Berdampak untuk Semua’.

Direktur Riset dan Pengabdian UMY, apt RR Sabtanti Harimurti MSc PhD, menyampaikan lokasi pengabdian mahasiswa tersebar di berbagai wilayah Indonesia hingga luar negeri.  “Skema dengan peserta terbanyak ialah KKN Persyarikatan Muhammadiyah yang diikuti 1.260 mahasiswa,” ujarnya.

KKN Persyarikatan Muhammadiyah didampingi 64 dosen pembimbing lapangan dengan wilayah bakti di Kabupaten Boyolali serta seluruh kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul.

Selain KKN Persyarikatan Muhammadiyah, UMY menyelenggarakan delapan skema lain dengan sasaran dan karakter program berbeda.

KKN Tematik Lingkungan diikuti 13 mahasiswa dengan satu dosen pembimbing lapangan yang ditempatkan di Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta.

KKN Sahabat Sekolah melibatkan 120 mahasiswa yang ditempatkan di sekolah-sekolah Muhammadiyah di wilayah Ciamis, Tasikmalaya, Tegal, Brebes, Lamongan, dan Sumbawa Barat.

UMY juga memperluas jangkauan pengabdian melalui sejumlah skema KKN internasional.

KKN Internasional Mesir diikuti 16 mahasiswa dengan lokasi kegiatan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PCIM/PCIA) Kairo, serta Sekolah Indonesia Kairo.

KKN Internasional Malaysia di Madrasah Uthmaniah Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM), Pulau Pinang, diikuti 16 mahasiswa.

KKN Learning Express (LeX) melalui kolaborasi dengan Singapore Polytechnic dibangkitkan kembali. Program LeX selama ini dikembangkan sebagai pengabdian kolaboratif yang mempertemukan mahasiswa lintas negara untuk merancang solusi terhadap persoalan masyarakat.

Skema lainnya ialah KKN Konversi yang diikuti 156 mahasiswa. Skema ini bagi mahasiswa yang telah menjalani kegiatan akademik atau pengabdian yang dinilai setara program KKN.

Ada juga KKN Muhammadiyah–‘Aisyiyah atau KKN MAs yang diikuti delapan mahasiswa dan dipusatkan di Malang. Program ini dilaksanakan serentak oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dari berbagai daerah di Indonesia.

KKN Mandiri 3T menjadi skema dengan jangkauan lokasi terluas. Program ini diikuti 219 mahasiswa di tujuh kabupaten sasaran, yakni Manggarai Timur, Biak Numfor, Manggarai Barat, Wakatobi, Berau, Lombok Timur, dan Lembata.

Melalui sembilan skema, UMY berupaya memastikan pelaksanaan KKN tidak sekadar menjadi kewajiban akademik tetapi juga menghasilkan program relevan dengan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu memadukan kompetensi keilmuan, kemampuan berkomunikasi, serta kepekaan sosial untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan di setiap lokasi pengabdian. (Ihsan Darmawan)

Facebook Comments

POST A COMMENT.