mepnews.id – Euforia Piala Bupati dan Wakil Bupati Wonogiri 2025 masih terasa hangat. Turnamen sepak bola usia dini kategori KU-10 dan KU-12 ini bukan hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga panggung lahirnya talenta masa depan. Salah satunya adalah Muhamad Riyan Tama, pemain belakang SSB New Persik’s yang mengantarkan timnya meraih gelar juara.
Pada laga perempat final KU-12, New Persik’s bertemu SSB Putra Keduang. Pertandingan berjalan ketat. Kedua tim saling menekan. Gol tunggal New Persik’s akhirnya hadir di babak kedua dicetak oleh Riyan yang saat itu juga dipercaya mengisi posisi kapten.
Gol tersebut menjadi penentu langkah New Persik’s menuju babak empat besar. Namun bukan hanya golnya yang dikenang. Riyan juga beberapa kali berupaya melakukan penyelamatan krusial di lini belakang, mematahkan serangan lawan yang berpotensi menjadi gol penyeimbang. Keteguhannya sebagai bek menjadi benteng bagi tim asuhan Coach RD, Coach Bassio, Coach Adiles, dan Coach Herman.
Saat meladeni JFA Jatipurno, Riyan juga mempersembahkan satu gol penentu untuk kemenangan SSB New Persik’s hingga skor penalti menjadi 2-1.
Di luar lapangan, Riyan tetaplah anak yang sederhana. Pemilik nama lengkap Muhamad Riyan Tama, lahir di Bekasi pada 24 Januari 2014, ini mulai menekuni sepak bola sejak tahun 2020. Ia bercita-cita menjadi pemain profesional, terinspirasi dari pesepak bola favoritnya, Rizky Ridho. Dukungan penuh selalu datang dari ibundanya Paryanti, yang setia mengiringi perjuangannya.
Riyan mengaku bangga bisa dipercaya memimpin tim di turnamen bergengsi tersebut.
“Alhamdulillah, terima kasih untuk New Persik’s karena sudah mempercayakan saya sebagai kapten tim. Saya bangga dengan semua pengurus dan pelatih yang selalu mendukung ketika saya kesulitan. Semoga ke depan tim kami bisa semakin kompak,” ujarnya.
Kepercayaan diri, kerja keras, dan disiplin menjadi modal berharga bagi Riyan. Meski masih muda, sikapnya menunjukkan kedewasaan seorang pemimpin tim. Setiap peluit laga dibunyikan, ia bermain seolah tanpa batas, berlari, bertahan, membangun serangan, dan memotivasi rekan setimnya.
Kini, trofi juara telah berada di tangan New Persik’s. Namun bagi Riyan, perjalanan belum selesai. Mimpinya menjadi pesepak bola profesional justru baru dimulai.


