Waspadai Gejala dan Penyebab Hipoglikemia

mepnews.id – Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah (glukosa) dalam tubuh turun di bawah batas normal, biasanya di bawah 70 mg/dL. Glukosa adalah sumber energi utama bagi tubuh, terutama otak.

Kadar gula darah terlalu rendah dapat menyebabkan gejala, antara lain: lemas dan gemetar, berkeringat dingin, pusing atau sakit kepala, kebingungan atau sulit berkonsentrasi, jantung berdebar (palpitasi), mudah gelisah, atau pingsan jika kasusnya yang parah.

Hipoglikemia sering terjadi pada penderita diabetes yang menggunakan insulin atau obat penurun gula darah. Namun, kondisi ini juga bisa dialami oleh orang tanpa diabetes.

dr hermina

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Endokrin-Metabolik-Diabetes Universitas Airlangga, dr Hermina Novida SpPD KEMD FINASIM, menjelaskan, “Hipoglikemia juga bisa terjadi akibat aktivitas fisik berlebihan, kurangnya asupan kalori, atau gangguan pada metabolisme insulin.”

Aktivitas fisik berlebihan bisa meningkatkan sensitivitas insulin dan penggunaan kalori. Begitu juga puasa yang terlalu panjang. Berkurangnya cadangan glikogen pada pasien dengan berat badan rendah atau penyakit liver kronis dapat juga menjadi faktor pemicu. Begitu juga puasa terlalu lama, atau gangguan metabolisme tertentu.

“Tumor tertentu yang mempengaruhi kerja insulin, pengaruh obat-obatan, serta kondisi infeksi akut atau kritis yang mengganggu asupan kalori, juga jadi faktor. Selain itu, kadar insulin yang terlalu tinggi akibat insulinoma atau penyakit ginjal kronik juga bisa menjadi penyebab,” jelasnya.

Faktor non-medis juga berperan dalam memicu hipoglikemia, seperti pola makan yang tidak teratur serta komposisi makanan yang tidak seimbang. Stres dan kurang istirahat juga dapat menyebabkan seseorang melewatkan makan dan mengalami penurunan nafsu makan sehingga asupan kalori terganggu.

“Ketika asupan kalori terganggu akibat pola makan yang tidak teratur, tubuh tidak memiliki cadangan energi yang cukup, sehingga risiko hipoglikemia semakin meningkat,” ungkap dr Hermina.

Untuk mencegah hipoglikemia, ia menekankan pentingnya pola makan teratur dengan komposisi seimbang. Ia juga menyarankan selalu memantau detak jantung saat beraktivitas fisik serta memantau kadar gula darah bagi penderita diabetes atau yang memiliki riwayat hipoglikemia.

“Olahraga rutin sangat baik, tetapi hindari aktivitas terlalu berat. Pastikan tubuh dalam kondisi fit sebelum berolahraga. Sebaiknya konsumsi camilan sebelum olahraga untuk mencegah turunnya kadar gula darah secara drastis,” tambahnya.

Jika mengalami hipoglikemia, segera konsumsi makanan/minuman manis seperti permen, madu, jus buah, atau tablet glukosa untuk menaikkan kadar gula darah.

Kepada masyarakat, dr Hermina berpesan untuk perlu lebih memahami tanda-tanda awal hipoglikemia serta cara mengatasinya.

“Peningkatan edukasi melalui media mengenai gejala awal, pertolongan pertama, serta pencegahan hipoglikemia juga sangat kita perlukan agar masyarakat dapat lebih waspada,” kata ia.(*)

 

 

Facebook Comments

Comments are closed.