Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – Communicating is one thing. But, your tone while communicating is everything.
Itu benar sekali. Sebetulnya, dalam berkomunikasi, intonasi atau nada bicara memegang peran penting untuk menjaga agar pesan tersampaikan dengan baik dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Satu kalimat sederhana seperti; “Ya sudah kalau begitu” bisa menimbulkan banyak kesan kalau diucapkan dengan intonasi berbeda-beda. Kalau intonasinya datar, kesannya adalah normal. Kalau intonasinya rendah, ada kesan pasrah. Kalau intonasinya tinggi, ya jadi seperti orang ngajak berantem.
Saya punya beberapa teman dan kenalan yang kalau ngobrol biasa saja sudah mirip orang yang ngajak berantem. Volume suaranya keras, intonasinya cenderung meninggi. Padahal dia biasa-biasa saja. Dia bilang, semua anggota keluarganya di rumah begitu gaya bicaranya.
Ada pula teman yang punya bawaan intonasi ‘galak’ saat berbicara. Padahal, tidak ada maksud marah-marah.
Suatu saat, hanya ada saya dan dia di ruangan. Dia berkomentar agak jengkel karena kondisi meja kantor yang berantakan, dengan berucap, “Ya sudah dibersihkan…” Nadanya galak.
Saya melongo, dan spontan konfirmasi, “Kamu nyuruh aku atau nanya?”
Dia spontan meralat; maksudnya mau konfirmasi apakah meja ini sudah dibersihkan, kok masih berantakan.
Saat saya membahas hal ini, teman-teman punya berbagai pendapat. Ada yang bilang, beberapa suku atau daerah tertentu di Indonesia terbiasa berkomunikasi dengan intonasi tinggi atau suara keras atau ekspresi meledak-ledak.
Ada juga yang berpendapat, orang-orang yang terbiasa tinggal di desa atau di daerah yang jarak antar rumah berjauhan atau yang memiliki rumah dan halaman luas biasanya berkomunikasi antar anggota keluarga dengan volume suara agak lantang. Ini karena terbiasa jauh dari tetangga (nggak sungkan meskipun suara keras).
Pernah juga saya menyaksikan kejadian saat seorang balita tiba-tiba menangis saat mendengar ayahnya ngobrol dengan teman sejawat. Mungkin dia pikir si teman sejawat itu memarahi ayahnya. Padahal memang begitulah gaya dan intonasi si teman sejawat itu saat mengobrol, hihihihihi…
Anda punya pengalaman tentang intonasi? Atau, termasuk orang dengan intonasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman? Wkwkwkwkk…


